Momen Massa PP Hening Saat Kapolres Jakpus Murka Gegara Polisi Dikeroyok

Momen Massa PP Hening Saat Kapolres Jakpus Murka Gegara Polisi Dikeroyok
Kapolres Jakpus Kombes Hengki Haryadi murka perwira polisi dikeroyok massa Pemuda Pancasila. (Foto: Rakha Arlyanto/detikcom)
Penulis
Rubrik
Sumber
detik.com

Jakarta | Demo ormas Pemuda Pancasila (PP) di depan gedung DPR RI, Kamis (25/11), berakhir ricuh. Massa Pemuda Pancasila berdemo menuntut politikus PDIP Junimart Girsang minta maaf atas pernyataan yang meminta ormas dibubarkan karena kerap bikin rusuh.

Massa Pemuda Pancasila sempat melemparkan botol air mineral ke arah gedung DPR RI. Mereka juga menggoyang-goyangkan gerbang DPR, memaksa masuk ke dalam gedung DPR sambil meneriakkan yel-yel 'buka... buka... buka pintunya, buka pintunya sekarang juga'.

Tak sampai di situ saja, massa Pemuda Pancasila juga sempat menutup Jalan Gatot Subroto menuju Slipi lantaran tidak diizinkan masuk ke dalam gedung DPR.

"Karena tidak diperbolehkan masuk, Kawan-kawan revolusi, mundur lima langkah," ujar Ketua Sapma PP Jakut Johanes Geraldy Purba melalui pengeras suara di atas mobil komando.

Sambil mundur lima langkah, massa Pemuda Pancasila berteriak dan mengibarkan bendera organisasi. Mereka pun menutupi jalan, namun aksi ini tak lama.

Hingga menjelang pukul 16.30 WIB, massa Pemuda Pancasila tetap bertahan di depan gedung DPR. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi pun turun menemui massa.

Kapolres Jakpus Kombes Hengki Murka

Kombes Hengki kemudian naik ke atas mobil komando. Seorang orator kemudian mempersilakannya naik sambil berkata 'Siap salah. Kami siap salah!'.

Melalui pengeras suara, Hengki kemudian meminta perhatian massa Pemuda Pancasila. Hengki kemudian menjelaskan aksi unjuk rasa Pemuda Pancasila adalah hak dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Massa Pemuda Pancasila pun menyimak. Suasana terdengar hening ketika Hengki mulai bicara.

"Ingat rekan-rekan, hak Saudara dibatasi oleh kewajiban, kewajiban menaati peraturan yang berlaku. Tugas kami dari pihak kepolisian adalah menjaga dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekali lagi menjaga, mengamankan, dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekaligus sebenarnya saat ini adalah menjaga protokol kesehatan. Saya terpaksa buka masker supaya (terdengar) lebih jelas," kata Hengki.

Nada bicara Hengki mulai meninggi saat ia menyampaikan bahwa seorang perwira polisi luka-luka karena dikeroyok oleh Pemuda Pancasila. Hengki terdengar begitu geram.

"Tapi kegiatan rekan-rekan sekalian sekarang dinodai oleh ulah reka-rekan sendiri. Perwira kami, AKBP, dikeroyok, luka-luka, apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari? Melawan kami yang mengamankan rekan-rekan sekalian. Melawan kami, mengeroyok kami, yang melayani rekan-rekan sekalian," tutur Hengki.

Massa Pemuda Pancasila Hening

Massa Pemuda Pancasila pun hening. Tak ada riuh-riuh massa saat Hengki mengultimatum penanggung jawab aksi untuk bertanggung jawab atas pengeroyokan itu.

"Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Luka-luka, perwira menengah dikeroyok, padahal beliau adalah mengamankan kegiatan ini," ucap Hengki.

Dengan suara lebih tinggi, Hengki kemudian mempertanyakan tujuan massa Pemuda Pancasila datang demo DPR.

"Sekali lagi, saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan. Jangan aksi rekan-rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum. Kami yang melayani, mengamankan, justru dipukuli dan dikeroyok. Apakah ini tujuan kalian datang kemari? Apakah ini tujuan rekan-rekan datang kemari?" kata Hengki yang dijawab massa Pemuda Pancasila 'Tidak!".

Hengki kembali melanjutkan, "Pamen kami luka-luka, apakah kami tadi keras sama Anda atau menghalangi kegiatan saudara-saudara?"

Kemudian massa PP menjawab "Tidak!". Saking heningnya, suara Hengki terdengar sangat jelas.

Hengki kembali meminta penanggung jawab aksi menyerahkan pelaku pengeroyokan polisi. Hengki mengancam akan melakukan upaya paksa jika pelaku tidak segera diserahkan ke polisi.

"Saya minta tadi saksi yang melihat (agar) menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini, jujur saja, saya miris. Saya bersahabat dengan Ketua PP Jakarta Pusat, tapi anggota kami justru dianiaya oleh rekan-rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar. Sekian, terima kasih," tutup Hengki.

Tidak lama setelah itu, massa Pemuda Pancasila pun membubarkan diri. Bubarnya massa Pemuda Pancasila ini juga meninggalkan sisa-sisa sampah di lokasi aksi.***

Komentar

Loading...