“Tergoda” Jadi Pegawai Honorer Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh

Misteri Sosok Devraz, Derita Nasib Korban

Misteri Sosok Devraz, Derita Nasib Korban
Devraz atau alias Arimurthi (Foto: Ist)

Banda Aceh | Sebanyak 73 orang korban penipuan sebagai calon tenaga honor di Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Aceh hingga kini tak jelas nasibnya. Ada 19 diantaranya memperkarakan urusan penipuan ini ke aparat penegak hukum.

Salah satunya, menyeret seorang calo bernama Rahmi Marlina, seorang karyawan swasta pada salah satu perusahaan asuransi di Banda Aceh.

Bahkan, relawan Irwandi-Nova ini sudah dihadapkan pada notaris untuk membuat akte pengakuan hutang dengan jaminan rumah mertuanya, di Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Menurut pengakuan Rahmi kepada wartawan MODUSACEH.CO, Senin, 11 Mei 2020. Dia melakukan itu karena memiliki iktikad baik untuk menutupi kerugian 19 orang korban penipuan calon tenaga honor tersebut.

Ia mengaku, hanya sebagai pencari dan penerima uang dari dari korban. Setelah uang diterima dari pelamar kerja, ia serahkan uang tersebut dengan jumlah bervariasi kepada Juliana (rekannya). Selanjutnya, Juliana menyerahkan uang itu kepada Devraz alias Arimurthi.

20200513-devras3

Devraz alias Arimurthi bertemu dan melakukan dengan "para korbannya" di salah satu cafe di Banda Aceh, tanpa dihadiri Rahmi serta Juliana (Foto: Ist)

Nah, siapakah sosok Devraz alias Arimurthi? Hasil penelusuran wartawan MODUSACEH.CO diketahui. Devraz alias Arimurthi merupakan oknum pegawai cleaning service (CS) pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Aceh.

Dia merupakan seorang mualaf yang disyahadatkan Tgk. H. Jamhuri Ramli, 21 Oktober 2018 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Pemegang nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) 1271160210840005 ini diketahui kelahiran Kota Medan, 2 Oktober 1984. Sebelumnya, Arimurthi merupakan pemeluk agama Hindu, dan beralamat di Jalan Karya sehat, Gang Ampera, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

Belakangan, setelah di-Islamkan Tgk. Jamhuri, Arimurthi merubah namanya menjadi Abdul Mu’thi. Ia merupakan keturunan India Tamil.

Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, Arimurthi pernah memiliki hubungan dekat dengan Tgk Jamhuri setelah ia masuk agama Islam. Sas-sus, Tgk. Jamhuri merupakan salah seorang yang merekomendasikan Arimurthi pada Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh, Drs. Syaharwardi, M.Si.

Diketahui, Syaharwardi memiliki hubungan baik dengan Tgk. Jamhuri. Kabarnya, Syaharwardi merupakan dermawan yang aktif membantu Zawiyah Nurun Nabi yang dipimpin Tgk. Jamhuri.

Informasi yang diperoleh media ini, Arimurthi tiba dari Kota Medan ke Banda Aceh pada Oktober 2018. Ia bertanya pada tukang becak, dimana ada ustad yang baik untuk mensyahadat dirinya untuk masuk agama Islam.

Lalu, tukang becak waktu itu mengantarkan Arimurthi ke Masjid Raya Baiturrahman dan bertemu dengan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA, dan Tgk. Jamhuri.

Sebagai bentuk rasa tanggungjawab Tgk. Jamhuri yang telah meng-Islamkan Arimurthi membawa dia ke Zawiyah Nurun Nabi milik Tgk. Jamhuri. Bahkan, Arimurthi sempat disewakan rumah kontrak selama 1,6 tahun oleh Tgk. Jamhuri, di belakang SPBU Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.

Dalam waktu satu tahun lebih di Banda Aceh, Arimurthi pernah bekerja sebagai cleaning service di Dinas Arpus Aceh. Menurut informasi dari sumber di dinas itu. Arimurthi sering membersihkan mushalla di Dinas Arpus, dan sering dijumpai memakai peci berwarna putih.

Di sisi lain, Rahmi Marlina yang diduga calo dalam pencari pelamar kerja sebagai tenaga honor di Dinas Arpus menyebutkan, dia tidak begitu kenal dengan Arimurthi. Namun, yang kenal Arimurthi ialah rekannya, Juliana.

Menurut pengakuan Juliana, ia kenal dengan Arimurthi pada Majelis Zikir Zawiyah Nurun Nabi pimpinan Tgk Jamhuri. Bahkan, suatu waktu Arimurthi meyakinkan Juliana dan rekan-rekannya, jika Dinas Arpus Aceh ada membuka lowongan pekerjaan untuk posisi tenaga honor.

“Dia meyakinkan kami, dia bilang di Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh ada menerima tenaga honor. Coba dicari orang yang mau kerja, masalah penerimaan urusan saya, kalau gak percaya tanya aja (sambil menunjuk Syaharwardi) sama bos saya,” kata Juliana pada wartawan MODUSACEH.CO, Senin (11/5/2020).

Namun, setelah mulai ada pelamar kerja, dan juga setelah Rahmi dan Juliana menyerahkan berkas serta uang dari pelamar kerja kepada Arimurthi, dia memutuskan hubungan antara pelamar kerja dengan Rahmi dan Juliana.

“Bahkan Devraz bila kami (Juliana dan Rahmi) yang makan uang mereka kepada anak-anak ini (pelamar kerja). Lalu, dibuatkan grup khusus WhatsApp (WA) yang di dalamnya cuma ada dia (Arimurthi) dengan pelamar kerja. Bahkan anak-anak ini juga sudah beberapa kali dibuatkan pertemuan dengan Arimurthi di cafe yang berbeda-beda,” ungkap Juliana.

Itu sebabnya, baik Rahmi maupun Juliana mengaku tidak merasa telah memakan uang korban. Namun, ia memiliki iktikad baik, Rahmi dan Juliana patungan untuk membayar uang para korban dengan cara mencicilnya.

Diketahui, total hutang Rahmi yang telah diakui di depan notaris berjumlah Rp 241 juta lebih. Itu diambil dan diterima Rahmi dari 19 pelamar kerja dengan harga bervariasi.

Kepada media ini, Rahmi dan Juliana mengaku, jika mereka diiming-iming oleh Arimurthi akan diberikan Rp 1 juta per orang yang lulus menjadi tenaga honor di Dinas Arpus Aceh.

Belakangan, saat hari yang dijanjikan untuk bekerja di Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh tak kunjung tiba, barulah 19 orang tadi menghubungi Rahmi dan bertanya tentang kejelasan status mereka.

Tapi apa lacur, nasi sudah jadi bubur. Hingga kini, keberadaan Devraz alias Arimurthi alias Abdul Mu’thi tidak diketahui jejaknya. Diperkirakan, uang dari para pelamar kerja sebanyak 73 orang yang dibawa lari olehnya berkisar Rp 1 miliar lebih.

Terkait berita ini, MODUSACEH.CO sudah mencoba menghubungi Tgk. Jamhuri Ramli. Namun, hingga berita ini ditayang, belum berhasil mendapatkan konfirmasi darinya. Pesan melalui aplikasi WA sudah terkirim, dan ketika dihubungi belum dijawab.

Sementara Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Dr. Ruslan Abdul Gani menyampaikan, kasus ini terjadi sebelum dirinya dilantik sebagai Kadis. Dan persoalan ini sedang ditangani jajaran Polresta Banda Aceh.

Kepada MODUSACEH.CO, Ruslan mengaku bahwa dirinya tidak ada kaitan sama sekali dalam permasalahan ini.

“Ketika kedua orang itu bertugas (Sekdis Syaharwardi dan Arimurthi alias Devraz, di Dinas Arpus saya belum jadi Kadis. Setelah saya dilantik yang namanya Devraz atau Arimurthi tidak lagi bekerja. Dan Pak Syaharwardi bukan lagi Sekdis Dinas Arpus, cuma ini info yang dapat saya berikan,” kata Kadis Arpus dalam pesan WA tulisnya. Alamak!***

Komentar

Loading...