Pengprov FPTI Aceh Adakan Rakerda

Menyusun Strategi Menuju Prestasi PON XX-2020 Papua

Menyusun Strategi Menuju Prestasi PON XX-2020 Papua
Rakerda III, FPTI Aceh, 5 Januari 2020 (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Pengurus Provinsi (Pengprov), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh, melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III, tahun 2020, Minggu, 5 Desember 2020.

Rakerda dihadiri seluruh Pengurus Kabupaten dan Kota (Pengkab/Pengkot) dan dibuka Ketua Umum KONI Aceh, diwakili staf Ketua KONI Aceh Faisal, berlangsung di Ruang Rapat KONI Aceh, Banda Aceh.

Berbeda dengan Rakerda tahun lalu, tahun ini lebih fokus pada pembinaan atlet dan perolehan prestasi menuju PON XX-2020 di Provinsi Papua.

“Tantangan kita akan semakin berat, sebab Porwil Sumatera 2023 dan PON XXI-2024 akan berlangsung di Aceh. Karena itu, seluruh potensi yang ada harus digerakkan dan bergerak secara simultan,” kata Ketua Pengprov FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh.

Itu sebabnya, mantan Sekretaris Umum KONI Aceh ini memaparkan Road Map (peta perjalanan) FPTI Aceh tahun 2020 hingga 2024. Ini sesuai hasil Porwil 2019 lalu di Provinsi Bengkulu. 

20200105-fpti1

FPTI Aceh meraih 2 emas, 3 perak dan 2 medali perunggu sehingga mampu berada pada posisi kedua di Sumatera, setelah Provinsi Bangka Belitung. Selain itu, meloloskan tiga atlet menuju PON Papua.

“Karena itu, perlu rumusan yang taktis dan strategis. Mulai dari Pra PORA 2021, PORA 2022 di Kabupaten Pidie hingga persiapan Porwil 2023 serta PON 2024 di Aceh,” ungkap Shaleh, begitu dia akrab disapa.

Ibarat membuat jalan tol sebut Shaleh berilustrasi, untuk pelebaran jalan, diperlukan lahan yang sesuai. Karena itu, bila ada lahan dan pohon yang harus dipotong, maka sangat wajar.

20200105-fpti3

“Artinya, untuk meraih prestasi maksimal, maka kita tak perlu takut untuk mengambil keputusan yang tidak populer sekalipun,” sebut dia.

Artinya, Pengprov FPTI Aceh tahun 2020 akan melakukan rasionalisasi kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota. Indikatornya adalah, bagi Pengkab dan Pengkot yang tidak menunjukkan pembinaan yang jelas akan dibekukan kepengurusannya.

“Keputusan pahit ini terpaksa kami lakukan, sebab sesuai kesepakatan tahun 2018 lalu. Jika ada Pengkab dan Pengkot yang tidak memiliki dinding panjat (wall), itu sama artinya tidak melakukan pembinaan atlit,” jelas dia.

Selain itu, kebijakan tersebut tak lepas dari evaluasi pembinaan atlet di kabupaten dan kota sejak FPTI Aceh berdiri tahun 1996 silam.

Masih kata Shaleh. Saat ini ada 18 Pengkab dan Pengkot FPTI se-Aceh. Namun, hanya 12 diantaranya yang memiliki sarana dan prasarana (sapras). Selebihnya tidak.

“Nah, Pengkab dan Pengkot yang memiliki sapras saja tidak kontiyu melahirkan atlit, bagaimana dengan yang tidak punya sapras,” gugat Shaleh.

Dia mengaku akan memperbaiki tradisi selama ini yaitu, baru ada pembinaan menjelang Pra PORA dan PORA.

“Mungkin berbeda dengan cabang olahraga (cabor) lain yang hanya mengejar kuantitas kepengurusan di seluruh Aceh. Kami mulai mengarah pada kualitas. Artinya, cukup 12 Pengkab dan Pengkot di Aceh, tapi rutin melahirkan atlit,” sebut dia.

Begitupun sebut Shaleh, untuk menghindari pembekuan kepengurusan, pihaknya masih memberi waktu kepada Pengkab dan Pengkot se-Aceh yang  belum memiliki sapras, mengirim atlitnya untuk di bina melalui Sekolah Panjat Tebing Aceh dibawah binaan Pengprov FPTI Aceh di Banda Aceh.

“Kalau kesempatan ini tidak juga dimanfaat dengan baik, maka dengan sangat menyesal, kami akan bekukan kepengurusan tersebut,” tegas Shaleh.

Rakerda III-2020 ini juga membahas sejumlah agenda serta regulasi lain. Misal, soal persiapan Kejurnas Kelompok Umur (KU) 2020 di Aceh. Kejurwil Sumatera di Medan serta persoalan persiapan Pra PORA dan PORA di Kabupaten Pidie.

“Kami mulai berpikir untuk membagi dua katagori pada Pra PORA dan PORA mendatang. Maksud, ada 50 persen kuota atlet senior dengan batas usia 18-20 tahun serta 50 persen kuota junior. Ini semua sebagai persiapan atlit menuju Porwil 2023 dan PON 2024 di Aceh,” ulas Shaleh.

Sementara, wakil KONI Aceh, Faisal menyambut baik Rakerda III FPTI Aceh 2020. Menurutnya, FPTI Aceh merupakan cabor yang taat azas dalam berorganisasi. “Selama ini, ada cabor yang melaksanakan Rakerda di Warung Kopi. Padahal, ada fasilitas di KONI Aceh,” katanya.

Selain itu kata Faisal, KONI Aceh akan menyusun formula Pelatda PON XX-2020 di Papua mulai Februari 2020, dengan yang berbeda. “Semua kebijakan itu akan disampaikan pada Rapat Anggota KONI Aceh mendatang,” jelas dia.***

Komentar

Loading...