Breaking News

Menyoal Status Pernikahan Yuyun Menimbang Nyali Rektor USK

Menyoal Status Pernikahan Yuyun Menimbang Nyali Rektor USK

Mungkin, anggota DPR Aceh telah melupakan soal status pernikahan Yunita Arafah (Yuyun), seorang ASN di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Ironisnya, sejumlah tanda tanya jejak digital justeru belum dijawab Rektor USK hingga saat ini. Ada apa?

MODUSACEH.CO I Lupa atau memang sengaja dilupakan? Bisa jadi, dua kemungkinan itu jalan seiring. Ini sejalan dengan semakin larutnya anggota DPR Aceh pada urusan internal.

Simak saja, mulai dari berbagai agenda persidangan hingga “menyelamatkan” anggaran program pokok-pokok pikiran (Pokir) yang tertuang dari APBA 2021.

Itu sebabnya, selain harus menjaga keseimbangan dengan eksekutif (Pemerintah Aceh), khususnya Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Mereka pun harus lebih lihai memainkan peran jika tak elok disebut; mengalihkan isu! 

Makanya jangan heran, hilang satu tumbuh “seribu” dan nyaris terjebak pada aksi berbalas pantun. 

Terkini, soal anggaran Rp150 juta untuk membuat bathub (bak mandi) dan aksesoris kamar mandi Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Ini sebanding dengan biaya dua unit rumah dhuafa.

Selain itu, ada pengadaan empat unit HP Samsung Galaxy S 20 Ultra,  untuk Biro Humas Pemerintah Aceh. Pengadaannya telah di PL-kan (dilaksanakan) pada bulan Maret-April 2021. Nilai anggarannya Rp81 juta lebih, setara dengan biaya pembangunan satu unit rumah dhuafa.

Dua hari kemudian, muncul “serangan balasan” soal rehabilitasi dan perbaikan fasilitas rumah dinas Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin. Jumlah Rp 1,2 miliar. Ini pun setara dengan membangun 15 rumah kauh dhuafa.

Tapi, lupakan soal tadi sejenak. Beranjaklah pada masalah status pernikahan Yunita Arafah (Yuyun) dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah (istri kedua). Maklum saja, masalah ini sempat menjadi viral di Gedung DPR Aceh yang kemudian ditangkap media pers dan sosial.

Syahdan, mengenai lanjutan rapat paripurna DPR Aceh, terkait penyampaian jawaban/tanggapan Gubernur Aceh terhadap pengunaan hak interpelasi DPR Aceh beberapa waktu lalu. (baca: Di Surat Rektor Unsyiah Membuktikan Yuyun Arafah Belum Kawin).

Berdasarkan undangan yang beredar dan ditandatangani Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, rapat akan dimulai pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai.

“Betul, Insha Allah besok rapat paripurna lanjutannya. Kami masih rapat persiapan di DPR,” begitu jelas Samsul Bahri alias Tiyong, anggota Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA), 11 September 2020 lalu.

Kata Tiyong ketika itu, ada sejumlah persoalan yang belum dan tidak terjawab secara jelas, tuntas dan lugas dari Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dari beberapa pertanyaan susulan dalam hak interpelasi anggota DPR Aceh.

“Walau jumlah 40 halaman, tapi isinya normatif dan biasa saja. Tidak menjawab substansi,” ungkap Tiyong. 

Termasuk soal status Yunita Arafah? Tanya media ini. “Betul, agar jelas dan tidak menimbulkan fitnah serta kegaduhan dalam masyarakat, harusnya saudara Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menjawab apa yang kata tanyakan,” ujar Tiyong ketika itu.

Memang soal posisi dan status Yunita Arafah atau akrab disapa Yuyun, istri kedua Nova menjadi salah satu fokus Tiyong dalam interpelasinya. Itu dibuktikan dengan konsisten, mengejar jawaban langsung dari Nova Iriansyah. Tapi, harapan Tiyong hingga saat ini belum terwujud.

Itu sebabnya, baik Nova maupun Yuyun, duga Tiyong telah melakukan kebohongan terhadap publik, mengenai status mereka.  Sebab, sebagai aparatur sipil negara (ASN), Yuyun sendiri mengaku masih berstatus tidak kawin. Padahal, dia sudah dikarunia dua anak bersama Nova Iriansyah.

Nah, satu surat Rektor Unsyiah Banda Aceh, yang diperoleh media ini memperkuat dugaan Tiyong.

Surat tadi, menjawab surat yang dikirim Ketua DPR Aceh, Nomor: 161/1999, tanggal 11 September 2020 dengan perihal, permintaan data PNS atas nama; Yunita Arafah.

“Jadi, patut diduga ada dua hal yang dilanggar Yuyun. Pertama, dia mengaku tidak kawin. Kedua, ada aturan yang tidak membolehkan ASN wanita menjadi istri kedua, ketiga dan keempat. Ini yang kami persoalkan,” tegas Tiyong dalam pendapatnya pada Rapat Paripurna DPR Aceh saat itu di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh. 

Yang jadi soal kemudian, mengapa hingga kini Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng lebih memilih sikap diam alias tidak bereaksi? Padahal, dari rekam jejak digital yang ada, persoalan status pernikahan Yuyun sudah begitu terang menderang.

Dan secara hukum, persoalan pernikahan Yuyun atau istri kedua Nova Iriansyah ini bukanlah persoalan delik aduan. Tapi patut diduga sudah mengarah pada unsur pidana yaitu; pemalsuan dokumen administrasi kependudukan.

Makanya, sudah menjadi kewajiban Rektor USK untuk mengelar Sidang Komisi Etik.Tujuannya, membuktikan kebenaran apakah Yuyun benar masih belum menikah atau tidak? 

Sebab, dari berbagai dokumen yang ada tertulis, termasuk surat Rektor USK sendiri kepada pimpinan DPRA dengan tegas menulis; status Yuyun masih belum menikah.

Sementara publik sudah sangat begitu paham bahwa Yuyun telah menikah dengan Nova, sebelum Ketua DPD Partai Demokrat Aceh ini terpilih sebagai Wakil Gubernur Aceh (kemudian Gubernur Aceh) bersama Irwandi Yusuf pada kontestasi Pilkada 2017 lalu.

Disinilah, ada celah hukum bagi elemen masyarakat Aceh untuk menyoal Rektor USK. Sebab, bisa saja dia digugat dengan dalil; mengetahui ada satu tindakan atau perbuatan melawan hukum, tapi membiarkannya.***

Komentar

Loading...