Usai Galian Pipa PDAM dan Ruas Jalan Yang Belum Teraspal

Menunggu 21 Hari atau Setelah Ada Jatuh Korban Pak Kadis?

Menunggu 21 Hari atau Setelah Ada Jatuh Korban Pak Kadis?
Ruas Jalan di Simpang BPKP (Foto: M. Yusrizal/MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Penggalian pipa saluran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy sepanjang Jalan T. Panglima Nyak Makam Kota Banda Aceh, menyisakan genangan air.

Begitu juga dengan bekas galian yang melintasi Simpang BPKP, hingga saat ini masih tertutup lempengan besi yang tidak menyatu erat dengan badan jalan.

Amatan media ini, para pengguna jalan tampak berhati-hati saat melintasi jalan tersebut, terlebih dengan kondisi jalan basah setelah diguyur hujan.

Tajul Fazari (23) warga Gampong Pineung Banda Aceh mengeluhkan keadaan ini yang terkesan semrawut.

“Ya, merasa terganggu dengan keadaan badan jalan yang belum ditutup sempurna setelah penggalian. Terlebih galian di Simpang BPKP, sangat membahayakan kalau tidak ditutup,” ungkap Tajul. Dia berharap segera dilakukannya penutupan maksimal dengan aspal pada bekas galian dimaksud.

Memang penggalian ini dilakukan untuk meletakkan pipa jenis HDPE untuk penyaluran air bersih PDAM. Pipa tersebut rencananya akan dipasang sepanjang 3.205 meter yang mulai dilaksanakan sejak 1 Juli 2020 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, ST., MT kepada media ini menyebut. Bekas galian tersebut telah dilakukan pengecoran, dan harus menunggu selama 21 hari baru bisa dikerjakan pengaspalan di atasnya.

Menurut dia, pengerjaan ini tidak bisa dilakukan buru-buru. Semen pengecoran yang belum berumur 21 hari jika diaspal di atasnya akan kembali rusak dan sia-sia.

Begitu pula, diperlukan teknis yang komplit dalam pembangunan, terlebih menyangkut soal tata ruang kota.

Kondisi jalan Nyak Makam (Foto: M. Yusrizal)

“Kalau umur betonnya belum 21 hari kita lakukan pengaspalan ya tidak ada arti. Pembangunan ini butuh waktu, apalagi berhubungan dengan kota. Kita saling memahami, jika kita tidak mengganti pipa tersebut juga bermasalah dengan saluran air bersih. Karena kebutuhan ini kita harus saling sabar-menyabar,” ungkap Jalaluddin, Jumat, 11 November 2020, di Banda Aceh.

Sebelumnya atau Kamis (19/11/2020). Media ini melakukan reportase di sepanjang Jalan T. Panglima Nyak Makam dan juga Simpang BPKP.

Walaupun telah dilakukan pengecoran, ternyata masih saja meninggalkan lubang. Begitu pula, air hujan tergenang, menyuguhkan pemandangan tidak elok.

Jalaluddin menyebut, pengerjaan ini akan terus dikebut dan diperkirakan rampung pada awal Desember 2020, sembari menunggu “umur beton” sampai dengan 21 hari atau sampai ada jatuh korban Pak Kadis? Alamak!***

Komentar

Loading...