Beri Kuliah Umum di Umuha Aceh

Menteri Pendidikan: SMK Jadi Perioritas

Menteri Pendidikan: SMK Jadi Perioritas
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Menjadi pemateri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP menyampaikan, Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) akan menjadi prioritas utama di era kepemimpinannya. Sebab siswa–siswa yang bersekolah di SMK, diharapkan akan mempunyai kemampuan serta keahlian khusus, sehingga ketika menamatkan sekolahnya tidak harus melanjutkan kepeguruan tinggi, tapi sudah siap untuk bekerja.

Itu disampaikan Muhadjir Effendy ketika memberikan kuliah umum dihadapan ratusan para guru di Gedung Unmuha Center, Bathoh, Banda Aceh, Sabtu 14 Januari 2017.

Dia melanjutkan  khusus untuk SMK, program yang telah disiapkan oleh Kemendikbud, telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Repubrik Indonesia Joko Widodo. Sebab dalam program itu akan diprioritaskan pembukaan 4 jurusan tambahan pada SMK, yaitu kelautan, pertanian dan ketahanan pangan, industri kreatif, serta pariwisata.

Kata dia, dengan meningkatkan mutu pendidikan ditingkat SMK, baik guru serta alat penunjang yang diperlukan maka akan lahir putra-putri Indonesia yang berdaya saing tinggi dan siap untuk bersaing dengan Negara–negara asing.

Hal lain yang disampaikan ialah, kemendikbud juga telah mencanangkan belajar 12 tahun, dimana sebelumnya hanya 9 tahun, dan yang tak kalah pentingnya, juga telah menyiapkan Program Penguatan Karakter (P2K), dimana anak didik akan dioptimalkan kemampuan yang dimiliki sehingga tidak ada keterpaksaan dalam memilih jurusan ketika dia melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Untuk para guru, jam mengajar yang semula dibebankan 48 jam dalam satu minggu maka akan dikurangi menjadi 40 jam saja, ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiah Malang itu.

Dia berharap kerjasama semua pihak untuk tercapainya apa yang telah direncanakan itu. "Apalagi para guru yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa, harus betul-betul mendidik tidak hanya mata pelajaran tapi juga  akhlaknya, sehingga akan lahir anak-anak bangsa yang cerdas serta berakhlak mulia,” tutup  Pak Menteri.***

 

Komentar

Loading...