Breaking News

Guru Jangan Copy Paste

Menteri Pendidikan RI : Sekolah Muhammadiyah Harus Jadi Pelopor dan Model di Indonesia

Menteri Pendidikan RI : Sekolah Muhammadiyah Harus Jadi Pelopor dan Model di Indonesia
Foto: Rizki Dasilva
Penulis
Rubrik

Bireuen | Menteri Pendidikan RI Prof Muhajir Efendy  menyebutkan, bila pendidikan di Aceh masih digratiskan dan siswa dipulangkan lebih awal, maka mutu pendidikan di Aceh tak akan maju. Itu disampaikan pada Seminar Nasional bertema; Tantangan Pendidikam Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean,  di Universitas Muhammadiyah Aceh, Sabtu 14 Januari 2017.  Berdasarkan informasi yang diterima MODUSACEH.CO dari Kepala Sekolah SD IT Muhammadiyah Bireuen, Rizki Dasilva yang mengikuti seminar ini,  Menteri Pendidikan menyebutkan, pendidikan akhlak jauh lebih penting dari pendidikan yang lain. Disisi lain sebut Menteri Pendidikan RI,  Ujian Nasional (UN) dari tahun ke tahun tidak bisa membawa perubahan yang baik dalam pendidikan. Begitu pun biaya UN seharusnya  bisa untuk  pembangunan fasilitas sekolah.

Seperti sampaikan Diski, Menteri juga menyebutkan bahwa,  pelajaran agama lebih penting dari pada pelajaran yang lain. Dia juga berharap pendidikan yang diterapkan sekolah Muhammadiyah menjadi pelopor bagi sekolah lain di Aceh. "Sekolah Muhammadiyah sebagai pelopor dan model di Indonesia,  maka jangan sampai Sekolah Muhammadiyah hilang kepeloporannya," harap Muhajir Efendy.

Kepada pendidik dia berharap tak menjadi guru copy paste. "Guru harus berintegritas tinggi, banyak belajar jangan jadi guru copy paste," tegasnya. Masih kata Menteri, kalau ingin memberikan tugas kepada murid, guru harus kreatif buat sendiri dan jangan menggunakan LKS,  karena itu pembodohan. Peserta seminar itu diikuti Sekda Aceh, Ketum PP Muhammadiyah Pusat, Plt Wali Kota Banda Aceh, Rektor Unmuha, Ketua PDM dan seluruh kepala sekolah di bawah Muhammadiyah dan tokoh pendidikan lainnya.***

Komentar

Loading...