Breaking News

Setelah Terbakar dan Siap Dibangun Atas Sedekah Warga

Mengintip Kegiatan Anak Yatim di Pondok Tahfidz Baitul Quran

Mengintip Kegiatan Anak Yatim di Pondok Tahfidz Baitul Quran
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Menggunakan sedekah warga, Asrama Pondok Yatim Tahfidz Baitul Quran di Aceh Besar selesai dibangun kembali, setelah terbakar Juli 2017 lalu. Padahal, sebelumnya Irwandi Yusuf telah berjanji membangun kembali pondok anak yatim tersebut.

Aceh Besar | Keakraban dan keceriaan sesama anak yatim tergambar jelas di Asrama Pondok Yatim Tahfidz Baitul Quran, di Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (23/5/18).

Sambil bermain bola ala anak-anak dipagi hari, sejumlah anak yatim di bawah umur 17 tahun ini tertawa lepas, seolah tak teringat lagi musibah kebakaran Juli 2017 lalu, yang menimpa pondok pesantren tempat mereka berteduh.

Ya. Kebetulan, kedangan media ini hari itu sesaat setelah anak-anak melaksanakan gotong royong bersama. Kegiatan ini wajib dikerjakan anak-anak setiap pagi atau sekitar 30 menit sebelum melaksanakan kegiatan lain yang telah dijadwalkan pengasuh mereka.

20180524-ac83164f-b81f-407d-b691-ea716f87ba1a

Munawar (12) mengaku gembira bisa tinggal di pondok baru, setelah siap dibangun pada awal 2018 ini. Sebab, semua peralatan tidur dari bantal hingga kasur juga disediakan baru.

Cerita Munawar, dalam kejadian kebakaran Juli 2017 tahun lalu, semua pakaian dan peralatannya sekolah hangus terbakar, namun setelah dibantu sejumlah warga dia bisa membeli semua peralatan sekolahnya lagi.

“Jelas senang, bisa tinggal disini dengan kawan-kawan yang senasib tidak punya Ayah lagi,” ungkap warga Subulussalam ini dengan mata berkaca-kaca pada media ini, Rabu (23/5/18).

Dalam kesehariannya di pondok pesantren ini, Munawar belajar menghafal alquran di malam hari dan sekolah di satu Sekolah Dasar (SD) sikitar pesantren tersebut. Walau mengakui susah menghafal, dia mengaku terus berusaha dan berdoa somoga cita-citanya menjadi hafid 30 juz alquran (amin).

“Kalau ada bantuan lagi, saya ingin melanjutkan SMP, SMA, dan sekolah mengahafal alquran. Sehingga, setelah saya pulang Kampung nanti bisa menjadi penceramah dan membanggakan ibu dan adik-adik saya,” harap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

20180524-07737d9e-61ba-4fc4-ae6f-d85d0a9a7644

Pimpinan  Asrama Pondok Yatim Tahfidz Baitul Quran, Hafiz Ummamah mengaku menampung sekitar 34 anak yatim dari sejumlah Kobupaten dan Kota di Aceh.

Anak–anak tersebut diasuh dan dibiayai oleh Lembaga Kemanusiaan Nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) atas himpunan sedekah warga baik dalam negeri maupun luar negeri.

Kata Hafiz Ummamah, PKPU sendiri telah hadir di Aceh pasca gempa dan tsunami 2004 lalu. Ketika itu, pihaknya menampung semua anak-anak korban tsunami disejumlah daerah di Aceh. Diantaranya; Blang Bintang (Aceh Besar), Komplek PLN Banda Aceh, Meulaboh (Aceh Barat) dan Lhoksemawe. Dari berbagai tempat itu, PKPU menampung sekitar 350 santri pria dan wanita.  

“Disini, kita membiayai semua keperluan anak-anak, mulai dari keperluan sekolah sampai biaya hidup mereka, semua kita tanggung. Insyaallah, program ini terus berjalan dan kita harapkan menyekolahkan mereka sampai SMA,” harap Ustadz Hafiz, begitu namanya disapa.

Ustadz Hafiz menerangkan, kegiatan anak-anak disini dimulai dengan bersih-bersih di pagi hari dan dilanjutkan berolahraga ringan hingga menjelang pergi ke sekolah masing-masing. sepulang sekolah, anak-anak akan diberikan waktu istirahat dan menyetor hafalan ayat-ayat alquran pada guru pembimbing yang telah ditunjuk.

Kegitan itu terus berlanjut hingga magrib dan dilanjutkan kembali setalah shalat isya, "tentu dalam Bulan Ramadhan berbeda dan kita sesuaikan," ujarnya.

Menurut Ustadz Hafid, anak-anak akan diliburkan pada 20 ramadhan, dan aktif kembali disesuaikan dengan hari sekolah anak-anak mesing-masing. "Otomatis kita akan membiayakan anak-anak untuk libur dan pulang kampung masing-masing," ungkapnya.

Disinggung pondok pesantren ini yang pernah terbakar beberapa waktu lalu hingga telah siap dibangun kembali, Ustadz Hafid mengaku dana pembangunannya berasal dari sumbangan warga, baik disumbangkan melalui penitia disini maupun disumbangkan warga melalui PKPU Pusat di Jakarta. Dia mengaku tidak pernah menerima bantuan yang sempat dijanjikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, melalui Dinas Sosial Aceh.

20180524-3d1eefcf-8908-4538-b559-73d59ccdc77f

“Yang jelas, kita tidak pernah menerima sidikitpun dana pemerintah, baik itu dari Pemerintah Aceh maupun Pemkab Aceh Besar untuk membangun kembali asrama ini. Ini semua bantuan warga,” tegas Ustadz Hafizd yang sebelumnya bertugas sebagai penanggungjawab Program PKPU di seluruh Aceh.

Dia juga mengucapakan terimakasih banyak atas bantuan yang telah diberikan, dia berharap Allah, SWT memberikan pahala berlipat atas pemberian warga mulai dari hari pertama kebakaran hingga pasca kebakaran.

Untuk diketahui, pasca dua hari kebakaran hebat menimpa Asrama Pondok Yatim Tahfidz Baitul Quran, di Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu malam, (16/07/17), sekira pukul 20.00 WIB.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dan Kepala Dinas Sosial, Alhudri, serta Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali melihat langsung bangunan yang terbakar, dan membawa bantuan masa panik, berupa pakaian dan makanan serta pakaian, walaupun ukurannya banyak yang besar, sehingga tidak bisa digunakan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Irwandi melalui Alhudri berjanji akan membangun kembali asrama tersebut. Kata Irwandi Ketika itu, penganggarannya akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018, karena dalam APBA Perubahan tidak bisa dimasukkan lagi, mengingat pengajuan program sudah selesai diajukan.

Kini, pondok pesantren yang dulunya terbakar telah siap dibangun dan ditempati anak-anak yatim. Anak-anak juga terlihat bahagia menempati tempat baru. Mereka juga tidak perduli dari mana dana untuk membangunnya kembali, walaupun sebelumnya telah dijanjikan orang nomor satu di Aceh namun urung ditepati.***

 

Komentar

Loading...