Shalat Wajib dan Taraweh di Masjid Haji Keuchik Lemiek

Menggapai Kemenangan, Pahala dan Ampunan Allah SWT dengan Nyaman

Menggapai Kemenangan, Pahala dan Ampunan Allah SWT dengan Nyaman
Ibadah di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh (Foto: Saiful Haris Arahas)

Biasa terjadi, memasuki sepuluh malam terakhir ibadah ramadhan, sejumlah masjid mulai sepi dari jamaah. Berbagai alasan muncul. Salah satunya persiapan datangnya Hari Raya Idul Fitri. Tapi, berbeda dengan yang terjadi di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Hingga Sabtu, 16 Mei 2020 malam. Masjid ini tetap dipenuhi jamaah. Alasannya, masjid ini nyaman dan tenang serta aman saat beribadah. Berikut reportase wartawan MODUSACEH, Saiful Haris Arahas.

TARAWIH adalah shalat sunnah yang dilakukan khusus pada bulan suci Ramadhan. Waktu pelaksanaan shalat sunnah ini, dilakukan lepas shalat isya’, dan biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.

Meski tengah dilanda pandemi wabah virus corona (Covid-19) dan terjadi larangan dari Menteri Agama RI. Tapi, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, tetap mengizinkan umat Islam di Aceh, melaksanakan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid-masjid.

Hanya saja, warga tetap diminta mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya, menggunakan masker dan membawa sajadah masing-masing.

Pantauan MODUSACEH.CO, hingga menuju penghujung Ramadhan (10 malam terakhir), Masjid Haji Keuchik Leumiek, Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, tetap diramaikan jamaah yang mengerjakan shalat wajib dan tarawih.

20200516-harun2

Foto: Saiful Haris Arahas

Terlihat dari dalam masjid, shaf jamaah laki-laki masih tetap penuh, begitu juga juga dengan jamaah perempuan.

Razi Akmal (37), warga Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar mengaku. Sejak malam pertama dia memilih melaksanakan ibadah shalat isya dan tarawih di Masjid Haji Keuchik Leumiek.

Menurutnya, beribadah di masjid ini penuh kenyamanan dan keamanan. Karena itu, dia selalu berusaha hadir sejak malam pertama ramadhan. “Tentram dan merasa tenang saja kalau shalat di sini Bang. Keamanan kendaraan (sepeda motor dan mobil) juga terjamin, karena ada petugas keamanan (security) yang mengawasi,” kata Razi pada media ini, Sabtu (16/5/2020) malam.

Lanjut Razi, shalat di Masjid Haji Keuchik Leumiek, terasa seperti di rumah ia sendiri. Tertib, bersih dan tenang. Selain itu para imam dan penceramah ramadhan  juga tak membosankan. “Di masjid ini saya dengan tenang bisa membaca al-qur’an dan berzikir, berharap pahala dan ampunan dosa dari Allah SWT,” ungkap Razi.

Muhammad Faras (27), warga Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh juga mengaku sama. Katanya, ia shalat di masjid Haji Keuchik Leumiek karena nyaman,tenang dan aman.

Selain itu, pengurus masjid Haji Keuchik Leumiek juga mengatur dan menertibkan jamaah, baik dewasa maupun anak-anak, sehingga tidak mengusik dan mengganggu ketentraman saat melaksanakan ibadah. “Dan sewaktu shalat pun kita ngak teringat pada kendaraan di luar, karena keamanan kendaraan terjamin aman. Semoga masjid ini terus makmur dan dimakmurkan jamaah,” ungkapnya.

Terlihat dari luar masjid, kendaraan roda dua terparkir rapi dan sejajar berbaris. Begitu juga kendaraan roda empat yang terparkir rapi dalam dan luar komplek masjid.

Sementara dalam masjid, ada beberapa pendingin ruangan (AC) portable yang berdiri di setiap sudut masjid. Hiasan kaligrafi juga menambah kesan warna yang indah, dan juga disinari aneka cahaya lampu.

Pelaksanaan shalat tarawih di Masjid Haji Keuchik Leumiek jumlahnya 11 dan 23 rakaat disertai shalat witir. Terbagi dalam dua kegiatan. Ada jamaah yang melaksanakan 8 rakaat, kemudian dilanjutkan oleh jamaah yang 23 rakaat.

Sebelumnya, dilaksanakan ceramah ramadhan yang disampaikan sejumlah ustad maupun intelektual Islam yang ada di Banda Aceh. Salah satu, akademisi dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Masjid Haji Harun Keuchik Leumiek diresmikan pada 28 Januari 2019. Saat itu, H. Harun Keuchik Leumiek menyebut, niatnya untuk membangun satu masjid di tengah-tengah Gampong Lamseupeung sudah sangat lama.

Namun, karena tidak ada tanah yang dapat digunakan, maka dimanfaatkanlah tanah Komplek Balai Pengajian Haji Keuchik Leumiek.

“Luasnya hamper 3.500 meter. Untuk mewujudkan niat membangun masjid, kami beri nama Masjid Haji Keuchik Leumiek, tambahan dari nama almarhum ayah saya,” kata H. Harun Keuchik Leumiek.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dimulai 10 Juli 2016 oleh Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Prof. Dr. Azman Ismail, MA bersama Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE serta Keuchik dan Imuem Gampong Lamseupeung dan keluarga besar Haji Keuchik Leumiek.

Masjid seluas 34x22 meter persegi ini dapat menampung sekitar 1000 jamaah. H. Harun Keuchik Leumiek menjelaskan, bentuk masjid ini terinspirasi bangunan masjid bergaya Timur Tengah. Bahkan, semua desain relifnya dilakukan puteranya, H. Kamaruzzan Harun Keuchik Leumiek, SE atau akran disapa Memet.

20200516-harun3

Foto: Saiful Haris Arahas

Pembangunan Masjid Haji Keuchik Leumiek ini, sepenuhnya atas biaya sendiri atau berasal dari Keluarga Besar Harun Keuchik Leumiek (Putra Haji Keuchik Leumiek). Inilah salah satu masjid termegah di Kota Banda Aceh.

Masjid ini didirikan dengan nuasan Arab. Itu terlihat dari dekorasi bangunan bercorak warna-warni, bertuliskan kaligrafi ayat suci Al-Qur’an. Ada juga lentera raksasa yang menghiasi tengah-tengah masjid.

Jika dilihat dari dekat, lentera itu terbuat dari besi kuning yang memancarkan cahaya sehingga menambah kemewahan, kenyamanan dan keteduhan saat beribadah.

Tak hanya itu, bagian luar masjid juga ada nuansa Arab modern yang dipadu dengan bangunan rumah adat Aceh sebagai tempat pertemuan dan rehat.

Di bagian lantai dan tembok, dilapisi marmar berwarna cokelat. Jendela bermotif bunga mengiasi sudut ruangan.

Tempat wudhu’ pun lengkap, disertai tempat duduk serta kolam besar dengan air bening dan bersih.***

Komentar

Loading...