Haprizal Gelar Demo Tunggal di Kejati Aceh

Menduga Ada Oknum Makelar Kasus di Kejari Aceh Tamiang

Menduga Ada Oknum Makelar Kasus di Kejari Aceh Tamiang
Aktivis Rakyat Peduli Kejaksaan Republik Indonesia (RPKRI) Haprizal Roji melakukan Aksi demo tunggal di Kejaksaan Tinggi Aceh. (Foto: Firdaus Hasan)

Banda Aceh | Aktivis Rakyat Peduli Kejaksaan Republik Indonesia (RPKRI) Haprizal Roji, melakukan aksi demontrasi tunggal di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh Jalan Mr. Teuku Moh. Hasan, Kota Banda Aceh, Kamis (3/6/2021) sekira pukul 10.30 WIB.

Usai melakukan aksi beberapa saat di depan Kantor Kejati Aceh tadi, Haprizal diterima Kepala Seksi (Kasi) Penkum dan Humas Kejati Aceh, H. Munawal Hadi SH. MH.

Haprizal menyampaikan, berdasarkan laporan masyarakat yang dia terima, ada dugaan penyalahgunaan wewenang berupa pemerasan yang dilakukan beberapa oknum jaksa nakal Kejari Aceh Tamiang.

Praktik itu dilakukan dengan bekerja sama dengan seseorang berinisial  P.

Kata dia, P menurut informasi yang ia peroleh Haprizal dari orang dalam, merupakan seorang ajudan pribadi Kajari Aceh Tamiang.

"Tapi dia bukan jaksa, bukan pegawai dan bakti, tapi sepak terjangnya sudah luar biasa. Jadi banyak urusan-urusan kejaksaan yang dia urus, bahkan saya dengar sudah ada dugaan menjadi makelar kasus," ungkap dia.

Selain itu Haprizal mengakui, sudah menerima empat laporan tak elok tersebut. Dua korban dari kepala dinas dan dua dari kontraktor.

Diketuhui kedua dinas tersebut yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang. Pemersan yang dilakukan terhadap rekanan (kontraktor) seperti pengerjaan proyek jalan.

Menurutnya kalau diakumulasikan kerugian akibat pemerasan yang dilakukan para oknum tersebut sudah mencapai Rp1 miliar lebih.

Itu sebabnya, Haprizal menuntut Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh untuk mengevaluasi secara total kinerja Kajari Aceh Tamiang, terutama Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Aceh Tamiang.

"Jika ditemukan bukti kuat penyalahgunaan wewenang maka Kajagung RI dan Kajati Aceh untuk segera mencopot jabatan para pejabat tersebut," ucapnya.

Rencananya, dia akan terus mengikuti perkembangan kasus ini. "Saya bukan mengancam, kalau nantinya Kajati Aceh sudah memiliki bukti pelanggaran tapi tidak ada sanksi apa pun. Saya akan sampaikan masalah ini ke Kejaksaan Agung RI dan Kemenkumham di Jakarta," ujarnya.

Sementara itu Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, H. Munawal Hadi menyambut baik aspirasi yang disampaikan Haprizal.

"Kita tampung aspirasinya, kita juga sudah dengar tuntutan dari Roji. Nantinya semua tuntutannya akan kita sampaikan ke pimpinan," katanya.

Terkait tindaklanjut, kata Munawal menunggu perintah dari pimpinan.

Sebelumnya diketahui, Haprizal sudah menggelarkan aksi serupa di Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, Rabu (2/6/2021). Ketika itu aksinya mendapat pengawasan ketat dari Satpol PP setempat, yang berjaga-jaga di halaman Kantor Kejari Aceh Tamiang.

Menggunakan peralatan mikrophone, Haprizal menyampaikan aspirasinya seorang diri di hadapan Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang.***

Komentar

Loading...