Pasca Terkuak Dugaan Sel “Mewah” di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe

Mendadak Kalapas Bersihkan Kamar dan Ajak Wartawan Lihat Ruang Kosong

Mendadak Kalapas Bersihkan Kamar dan Ajak Wartawan Lihat Ruang Kosong
Lapas Kelas IIA Lhokseumawe (Foto: waspadaaceh.com)

Lhokseumawe I Usai terkuak dugaan adanya “kamar mewah” di  Hotel Prodeo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA  Lhokseumawe beberapa hari lalu. Kapalas setempat Nawawi dikabarkan sempat panik.

Akibatnya, seketika membersihkan kamar “mewah” yang disebut-sebut tempat bandar nakorban menghabiskan malam, menjalani hukumannya.

Tak hanya itu, Nawawi juga mengundang dan mengajak sejumlah wartawan di Kota Lhokseumawe untuk berkeliling dan melihat ruang kosong. Tujuannya, membantah tudingan miring yang sempat mencuat.

Sumber media ini di Lapas Lhokseumawe, Sabtu kemarin mengungkap. Pasca terbongkarnya bisnis “sewa kamar mewah” itu, Kalapas Nawawi mengumpul seluruh petugas dan napi untuk membersihkan ruang yang menjadi sorotan tersebut.

20210221-nawawi1

Nawawi, Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Itu disampaikan sumber yang tak mau ditulis namanya ini melalui rekaman percakapan berdurasi 3 menit 42 detik. Kepada media in,  dia menggambarkan dugaan skenario baru yang dilakukan Kalapas Lhokseumawe Nawawi untuk membantah berita adanya “kamar mewah” di sana.

“Malam itu, begitu berita tersiar, dia (Nawawi) panik dan para pejabat setempat menghilang jejak dan barang bukti sekaligus membalik fakta pemberitaan,” ungkap dia.

Baca: “Kamar Mewah” Bertarif Tinggi Untuk Napi Berkantong Tebal

Itu dilakukan Nawawi sejak Jumat (19/2/2021. Dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengosongkan ruang bimbingan kerja (Bimker) yang sebelumnya sempat dijadikan kamar mewah bos narkoba. 

Selanjutnya, para petugas dengan sigap mengosongkan dan mengangkut keluar semua barang dalam kamar dan mengubah menjadi sel normal.

Tidak hanya itu, bahkan petugas juga melakukan razia handphone di setiap sel tahanan. Bila ditemukan, petugas langsung mengambil tindakan dengan cara menghancurkan di depan napi pemiliknya.

Nah, setelah steril dan selesai menata lingkungan penjara, baru kemudian Nawawi mengajak wartawan untuk berkeliling dalam penjara serta menunjukkan sel sudah dalam kondisi over kapasitas. Termasuk memperlihatkan ruang Bimbker yang disebut sebagai “kamar mewah” telah kosong tanpa penghuni.

Sehingga terkesan bahwa, pemberitaaan adanya “kamar mewah” di Lapas itu  hanyalah berita fitnah, yang bertujuan untuk menjatuhkan reputaasi dan nama baiknya sebagai Kalapas Lhokseumawe yang mulai menjadi barometer penjara di Aceh.

“Ngeri kali, gara-gara terbongkar kasus kamar mewah, Kalapas panik dan mengamuk serta langsung gelar razia besar. Petugas juga membongkar kamar mewah dan mengosongkan barang mewah milik napi. Lalu wartawan diajak keliling untuk menunjukkan bahwa tidak benar ada kamar mewah,” ujar sumber media ini.

Sebelumnya, berbagai kabar dan dugaan miring memang sempat menerpa Lapas Kelas IIA Lhokseumawe. Misal, ada kebobolan napi dan  napi berkantong tebal bisa keluar-masuk penjara. Termasuk,  kaburnya napi teroris. Tak hanya itu, ada oknum petugas Lapas (Rahmat)  dan seorang napi (Zul) sedang transaksi satu kilogram narkoba jenis sabu.***

Komentar

Loading...