Breaking News

Mencicipi Kelezatan Menu Inovatif Karya Mahasiswa STPPH

Mencicipi Kelezatan Menu Inovatif Karya Mahasiswa STPPH
Donut's Mix and Match, salah satu karya mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakristi)
Penulis
Sumber
Metrotvnews.com
Jakarta | Mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) membuat menu inovatif yang tak cuma sehat, rasanya pun lezat. Misal, Donut's Mix and Match. Berbeda dari donat pada umumnya, donat hasil karya Clarissa Lim, Henny Christian, dan Sylvia Thenneil ini diolah dari 11 bahan dasar mulai dari sayur hingga umbi-umbian, yang kemudian dijadikan tepung. Di antaranya adalah kentang, daun suji, jagung, labu, talas, kentang manis (sweet potato), oat, beet, singkong, dan arang (charcoal). Mereka juga menciptakan 30 saus donat.
 
Ada milo panna cotta filling, mango sauce, salted egg filling, caramel glaze, lemon, vanilla, taro cream, dan masih banyak lagi. Bahan-bahan tersebut kemudian mereka kreasikan menjadi 36 donat, seperti cheese taro, pizza o'donut, banana caramelize, apple cinamon, tower donut, chicken floss, caramelized, lemon cornflake, dan sebagainya. Salah satu kreator, Clarissa Lim mengungkapkan, ide awal membuat kreasi donat ini adalah melihat kenyataan bahwa banyak anak-anak yang kurang suka sayuran dan umbi. Oleh karena itu, dia dan kedua rekannya sepakat untuk mengkrasikan donat dari beragam sayur dan umbi sebagai Tugas Akhir (TA) yang kemudian dibukukan.
 
"Donat yang kita kenal selama ini, paling donat kentang dan donat biasa, Makanya kami kombinasikan, jadi saat mereka (anak-anak) menyantap, bisa merasakan manfaatnya. Semoga dengan adanya buku ini bisa jadi referensi membuat donat yang lebih sehat di rumah," papar Clarissa yang ditemui saat launching 9 buku karya mahasiswa tingkat akhir STPPH, Senin (29/8/2016) di Restoran STPPH, Karawaci, Tangerang.
 
Tak kalah menarik, tiga mahasiswi ini, mereka adalah Eileen Senna, Lily Permatasari, Veronica, Wywonna Atmajaya. Mereka berhasil mengkreasikan sambal dari berbagai wilayah di nusantara, yaitu Sumatera, Sulawesi, NTT, Jawa dan Bali. Bagi para pecinta pedas, wajib menjajal sambal buatan mereka. Terdapat 32 jenis sambal yang berhasil mereka ciptakan, antara lain sambal matah dan emba dari Bali, sambal kemiri dari Jakarta, sambal cakalang dari Sulawesi, sambal pencit dari Jawa Tengah, gami bontang dari Kalimantan, sambal jeruk mentah dari NTT, sambal balado dari Sumatera Barat dan lain-lain.
 
Jika dirasakan dari tingkat kepedasannya, sambal pencit lah yang paling pedas. Sebab sambal tersebut bahannya tidak ada bahan campurannya selain cabe, tak seperti sambal lain yang biasanya dicampur dengan bawang dan tomat. "Kita sadar kalau sambal itu pelengkap makanan sehari-hari. Ternyata sambal itu banyak sekali, kita mau ngasih tahu kalau sambel Indonesia itu banyak lho," ucap salah satu kreator kepada Metrotvnews.com.
 
Nah, yang ini beda lagi. Apakah Anda pernah mendengar istilah molecul gastronomy? Ya, Yosua Sugiarto, Steven Amijanto dan Andreas Budianto berhasil membuat kreasi hidangan dengan proses tersebut. "Molekul gastronomi itu merubah tekstur makanan tapi in the end rasanya sama melalui chemical reaction," terang Yosua Sugiarto. Contohnya saja, nasi uduk yang setelah melali proses tersebut, bentuknya berubah seperti krupuk. Tapi rasanya persis seperti makan nasi uduk pada umumnya. "Itu caranya nasi uduk kita campurkan, diratain, dikeringkan, lalu digoreng. Prosesnya kira-kira 2 jam," imbuh Yosua. Selain nasi uduk unik itu, mereka juga membuat kue cubit yang hasil akhirnya mirip spons, cendol dan tahu telur.
 
Hari ini, STPPH meluncurkan sembilan buku karya mahasiswa tingkat akhir. Buku-buku ini mengulas tentang berbagai inovasi tentang makanan dan dunia perhotelan. Pada saat peluncuran buku tersebut, mereka juga menampilkan display isi buku tersebut. Sehingga semua pengunjung boleh mencicipi masakan inovatif nan lezat ini secara cuma-cuma. Ketiga jenis makanan tersebut di atas juga mereka bukukan, yakni Donut's Mix and Match, The Creation of Sambal Nusantara dan Indonesian Progressive Cuisine. Luar biasa!***

Komentar

Loading...