Pasutri di Meulaboh

Mencetak Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Qur'ani

Mencetak Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Qur'ani
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Berbuat semampunya, seperti itulah yang sedang dilakoni Safrizal bersama istrinya di Pondok Tahfidz al-Qur'an Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Jalan Alinur Gampong (Desa) Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Kini, Safrizal sedang mendidik dua anak yatim piatu, enam piatu dan enam anak dhuafa. Sebanyak 16 anak yatim piatu, dhuafa dan piatu semuanya adalah perempuan.

Begitupun, pasutri ini membatasi jumlah santriwati karena keterbatasan dana dan tempat tinggal. Maka, Safrizal hanya mendidik 16 orang saja.

"Kita batasi jumlah karena keterbatasan tempat tinggal dan dana," kata pendidik asli Aceh Barat itu, Selasa (1/8/2017).

Kata Safrizal, sumber dana untuk membiayai anak yatim piatu, dhuafa dan piatu dari bantuan individual, baik dari Aceh Barat maupun dari luar Aceh.

Kini, kata Safrizal, dari 16 santriwati itu, sudah ada yang hafal al-Qur'an 15 juz. Metode menghafal al-Qur'an yang diterapkan langsung Safrizal dan istrinya itu sama dengan lembaga lain umumnya, mulai juz 30 dan 29, kemudian kembali ke juz satu.

Setiap santri yang tinggal di pondoknya itu mulai menyetor hafalan setelah shalat Subuh.

"Rata-rata setoran anak-anak satu halaman," kata Safrizal. Kemudian, mulai jam 8.40 WIB pagi sampai jam 11.00 WIB, para santri belajar memperbaiki cara baca al-Qur'an (tahsin). "Setelah belajar tahsin mereka istirahat," ujar Safrizal.

Setelah shalat Dhuhur, para santri didikannya itu murajaah atau mengulangi hafalan sembari menyetorkannya kembali.

"Hafalnya malam," kata santri Amelia dan Lisliana. Para pelajar itu juga disekolahkan. Namun, sistemnya dengan mendatangkan guru dari luar untuk datang ke pondok, terutama pelajaran IPA, IPS, matematika, bahasa Inggris dan bahasa Arab.

"Mereka juga dapat ijazah pendidikan umum dengan cara kita datangkan guru dari luar," sebut Safrizal.***

Komentar

Loading...