Peringati Hari Lingkungan Hidup

Menanam Pohon Diantara Tumpukan Sampah

Menanam Pohon Diantara Tumpukan Sampah

Meulaboh | Hampir seluruh Satuan Perangkat Kerja Kabupaten (SKPK) Aceh Barat datang ke pantai Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, dalam rangka memperingati Hari lingkungan Hidup Sedunia, Kamis (28/11/2019).

Di sana, ada 500 batang bibit pohon jenis Ketapang, Cemara Laut, Sukun, Mangga dan Kelapa ditanam dibibir pantai tersebut. Mirisnya, kondisi pantai dipenuhi tumpukan sampah botol plastik dan berbagai jenis ranting kayu, meski pun tidak sempat dibersihkan, kegiatan tetap saja dilanjutkan walau sudah tak elok dipandang.

Acara itu diinisiasikan Dinas Lingkingan Hidup (DLH) Aceh Barat dengan alokasi anggaran mencapai Rp 30 juta, bupati dan segenap pimpinan lembaga vertikal juga hadir di sana, sedikitnya ada 200 peserta lebih yang ikut menanam pohon dan berbagai unsur.

Pemerhati lingkungan dari kalangan jurnalis, Dicky Juanda mengatakan. Penanaman bibit pohon itu berbanding terbalik dengan kondisi pantai yang seharusnya lebih mendapat perhatian. Apalagi memperingati hari lingkungan, tidak sepatutnya sampah dibiarkan tanpa ada aksi nyata.

“Seharusnya dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup ini ada aksi nyatalah, bukan hanya menanam pohon seperti ini sementara disekitarnya banyak sampah, ini tidak etis sekali,” kata Dicky sapaan Aan.

Dikatakan, pemerintah seharusnya bisa memikirkan pengelolaan sampah musiman seperti ini, sehingga tak elok apabila hari penting seperti ini hanya ada seremonial saja.

“Jangan hanya seremonial saja, seharusnya aksi nyata ketika memperingati hari lingkungan ini,” ujar Aan.

Kepala Dinas DLH Aceh Barat, Muliadi mengungkapkan. Dua hari sebelum pihaknya telah membersihkan pantai untuk pelaksanaan kegiatan tanam pohon. Dirinya tak menyangka jika pada hari puncak saat ini malah sampah kembali menumpuk dan membuat pandangan tak enak.

“Kita sudah persiapkan ini jauh-jauh hari, hanya saja kita tidak menduga akan seperti ini saat pelaksanaan, kita akan berkoordinasi lagi dengan pihak kecamatan untuk segera melakukan pembersihan,” jelasnya.

Meski demikian, dirinya tetap mengapreasiasi segala unsur yang terlibat dalam agenda tanam pohon tersebut. Pihaknya tidak lagi harus mengeluarkan biaya untuk pengadaan bibit, ada beberapa pihak yang menyumbangkannya.

Bahkan, masyarakat yang terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan itu. Sebab, kata dia, apabila warga sekitar ikut dalam agenda itu, maka potensi keberlangsungan pertumbuhan pohon juga akan terjamin.

“Ada Kodim, Polres dan perusahaan yang sumbang pohon, jadi kita habiskan dana untuk kegiatan itu tidak terlalu banyak, apalagi masyarakat pro aktif terlibat, sehingga pohon ini bisa tumbuh dengan baik, dan bisa dijaga dari ternak, kita pun akan mengawasi hingga pohon ini tumbuh besar,” demikian Muliadi.***

Komentar

Loading...