Membuka Lapangan Kerja, Pabrik NPK PT PIM di KEK Arun Ditargetkan Beroperasi 2021

Membuka Lapangan Kerja, Pabrik NPK PT PIM di KEK Arun Ditargetkan Beroperasi 2021
Dr Aulia Sofyan

Banda Aceh | Pembangunan Pabrik Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) Chemical terus dikebut dan diharapkan mencapai target operasional pada 2021 mendatang.

Kepala Administrator KEK Arun Lhokseumawe, Dr Aulia Sofyan mengatakan. Proyek tersebut dikerjakan PT PIM di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Katanya, pembangunan proyek tersebut terus dikebut agar bisa membuka peluang kerja bagi anak-anak Aceh.

“Minggu lalu, Jumat (20/9/2019), saya telah melihat langsung progress pembanganunannya yang dilaksanakan PT PIM saat ini sudah sesuai target, yakni mencapai lima persen,” jelas Dr. Aulia Sofyan di Banda Aceh, Senin (30/9/2019).

Menurut Aulia Sofyan, pembangunan yang dijangkakan memakan waktu selama 29 bulan dan ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2021 ini, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ekspor pupuk ke beberapa negara di Asia tenggara dan Asia Selatan.

Dia menegaskan, PT PIM berhak mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk untuk material yang diimpor dalam proses pembangunan.

Itu sebabnya, saat ini administator sedang mempersiapkan proses penetapan pembebasan bea masuk dalam kawasan setelah berkoordinasi dengan pihak Dirjen Bea Cukai dan Sekretariat Nasional KEK di Jakarta.

“Selain memproduksi pupuk, pabrik yang dibangun akan terintegrasi dengan pabrik existing Pupuk Iskandar Muda (PIM), diantaranya kebutuhan utilitas listrik, air dan steam akan disuplai dari PT PIM, termasuk fasilitas pelabuhan,” jelas Aulia Sofyan yang juga menjabat Kepala DPMPTSP Aceh.

Menurut Aulia Sofyan, administrator sebagai perwakilan pemerintah mendukung penuh investasi yang dikucurkan PT PIM dalam pembangunan pabrik NPK dengan kapasitas produksi 500.000 ton per tahun dan investasi senilai Rp 1 triliun.

"Ke depan kita tentunya berharap akan lebih banyak perusahaan yang masuk berinvestasi di KEK Arun Lhokseumawe, mengingat kawasan ini sudah sepenuhnya beroperasi semenjak diresmikan Presiden Joko Widodo, 14 Desember 2018 lalu," harapnya.***

Komentar

Loading...