Breaking News

Melirik Surat Pengunduran Diri Yuyun, Benarkah Siasat Muslihat Sang Psikopat?

Melirik Surat Pengunduran Diri Yuyun, Benarkah Siasat Muslihat Sang Psikopat?
Yunita Arafah (Yuyun) Foto: Dok. MODUSACEH.CO
Rubrik

Beberapa hari lalu, beredar surat tentang pengunduran diri Yunita Arafah alias Yuyun istri kedua Gubernur Aceh Nova Iriansyah dari statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Serius atau bercanda?

MODUSACEH.CO I Sekilas, surat tanggal 12 Juli 2020 itu terkesan normatif dan biasa saja. Namun, bila diperhatikan secara teliti, muncul berbagai kejanggalan.

Lihat saja, dasar pengunduran diri; “karena alasan keluarga”. Begitu tulis dosen Fakultas Arsitektur, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, ini singkat.

Walau saat ini, Yuyun masih berstatus istri pejabat daerah (Gubernur), tapi apakah secara etika dan aturan yang berlaku di negeri ini, Yuyun begitu mudah dan sederhana itu berurusan dengan pejabat tinggi negera sekelas menteri?

Memang, soal posisinya sebagai istri kedua Nova Iriansyah sudah lama berhembus. Terutama saat anggota DPRA, khususnya dari Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) mengelar interpelasi.

Nah, salah satu agenda menarik saat itu adalah, mempertanyakan status Nova Iriansyah yang memiliki istri lebih dari satu alias poligami. Lalu, muncullah nama Yunita Arafah alias Yuyun.

Sayangnya, masalah ini tak lama bertahan alias hilang diantara tumpukkan kertas dan program pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPR Aceh. Berharap ada win win solutions jika tak elok disebut; menanti balas kasihan dari eksekutif (Pemerintah Aceh).

Di sudut lain, media pers (cetak dan siber) lokal pun memejamkan mata. Seolah lupa dengan apa yang pernah terjadi dan mereka publikasikan sebelumnya. 

Menariknya, tiba-tiba muncul di media sosial (medsos) khususnya WhatAspp (WA), selembar surat berisi pengunduran diri Yuyun dari ASN/PNS. Surat itu ditunjukkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta.

Sebelumnya atau tanggal 25 Juli 2021, satu laporan singkat yang mengesankan seolah-olah dari laporan “intelijen” menyebut:  Breaking News: Di duga akan berpotensi menuai masalah, salah satu Dosen Fak Tehnik USK yang menjadi Istri kedua pejabat Pemprov Aceh, sdh minta mengundurkan diri ke Menteri Pendidikan. DMK, UMP. Nah, pesan ini dikirim salah satu akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) kepada media ini.

Untuk mengelabui dan menyakinkan publik, si pembuat pesan mengakhirinya dengan kata: DMK (demikian) dan UMP (untuk menjadi perhatian). Ini merupakan ciri khas laporan yang dilakukan para aparat intelijen. Baik TNI maupun Polri. Pintar memang, tapi terkesan masih dunggu?

Eeh, dua hari kemudian muncul surat tadi. Menariknya, surat tersebut juga dikirim salah satu jaringan media ini. Maaf, Anda dapat dari mana surat itu? Tanya media ini. Lalu, dia mengaku dari, Refaldo Velantino (samaran).

Jika benar, bagi media ini sosok Refaldo Velantino bukanlah asing. Dia seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di jajaran peradilan di Aceh. Sebelum lulus menjadi ASN. Kabarnya dia pernah mengalami gangguan jiwa, karena terlilit hutang, saat mendukung salah satu calon Gubernur Aceh ketika itu.

Selain itu dia juga dikenal sebagai “penjahat kemaluan”, karena sempat mengalami kecelakaan di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, ketika bersama seorang perempuan yang diduga masih berstatus istri orang.

Dalam keseharian, dia pun gemar mengaku orang dekat dengan institusi intelijen seperti BIN dan BAIS. Bahkan, dia pengagum berat Eliahu ben Shaoul Cohen, master terbesar spionase Dinas Intelijen Mossad, Israel. 

Eli Cohen menjadi salah satu sosok agen mata-mata yang paling disegani di dunia. Tapi hidupnya mungkin sering dianggap berakhir dengan sangat tragis.

Entah karena bakatnya dalam dunia intelijen dan terwujud, dia pun paling suka dipanggil; Cohen. Bahkan, di akun media sosial miliknya, dia pun bangga jika disebut atau panggil; Cohen!

Saat Irwandi Yusuf terpilih keduakalinya bersama Nova Iriansyah sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 lalu. Dia mampu masuk ke rink satu BW( sebutan untuk Irwandi). Tugas, membuat berbagai pesan-pesan kontra, terhadap sejumlah “lawan-lawan” BW ketika itu.

Peran dan tugasnya dinilai berhasil oleh BW sehingga dialah satu-satu yang disebut-sebut bisa dan mampu masuk ke ruang kerja BW. Bahkan, dia memiliki akses (paswod) CCTV (kamera pengintai) Pendopo Gubernur Aceh.

Namun, usai BW diciduk KPK, 3 Juli 2018. Barulah semua itu terkuak. Rupanya, sang psikopat tadi bermain ganda. Satu sisi seolah-olah membela BW, tapi di sudut lain, dialah yang membuka semua “rahasia” BW.

Usai mendapat putusan tetap Pengadilan Tipikor Jakarta. Saya sempat beberapa kali berhubungan dengan BW. Ketika saya sebut nama dan peran Refaldo Velantino, BW pun akhirnya mengaku bahwa dia telah terjebak dalam permainan Refaldo Velantino.

Kini, kabarnya dia sedang meretas jalan atau memang sudah masuk dalam rink satu Nova Iriansyah. Salah satu tugasnya, membuat berbagai pesan dan informasi kontra terhadap media maupun sosok yang kritis terhadap Nova. Contohnya ya itu tadi. 

Diduga, Refaldo Velantino lah yang menyebarkan surat pengunduran diri Yuyun. Tujuannya, untuk mengalihkan isu dan perhatian media pers, terkait proses Tim PP 10 yang dibentuk Rektor USK, untuk menyelesaikan kasus pernikahan Yuyun yang sedang berproses di perguruan tinggi jantong hate (jantung hati) rakyat Aceh ini. 

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah. Benarkah surat pengunduran diri itu datang dari Yuyun? Jika benar, mengapa Yuyun terkesan seperti tak mengerti aturan, terutama PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 11 TAHUN 2017, TENTANG MANAJEMEN PEGAWAI NEGERI SIPIL. Khususnya Pasal 261, mengenai Tata Cara Seorang ASN/PNS Berhenti atas Permintaan Sendiri.

Sayangnya, lagi-lagi media ini tak berhasil mengkonfirmasi Yunita Arafah mengenai keabsahan surat tersebut. Beberapa kali dihubungi mengenai telpon seluler. Ternyata nomor wartawan media ini telah diblokir.

Jika benar, harusnya Yuyun memberi keterangan resmi dan terbuka kepada publik. Bila tidak, tentu dia bisa menempuh jalur hukum, khususnya mengusut siapa sosok yang telah “mencemarkan” nama baiknya dengan surat pengunduran diri “bodong” tadi. Alamak! (bersambung).***

Komentar

Loading...