Melirik Rekrutmen Karyawan Bank Aceh, Antara Terbuka dan Kerabat Dekat

Melirik Rekrutmen Karyawan Bank Aceh, Antara Terbuka dan Kerabat Dekat
Bank Aceh Syariah (Foto: bankaceh.co.id)
Rubrik

Paska Laporan Utama Tabloid MODUS ACEH tentang kondisi PT. Bank Aceh Syariah (BAS), Edisi VI/17/2020. Berbagai informasi diterima media ini dari berbagai sumber. Mulai dari pola rekrutmen hingga sanksi terhadap karyawan.

Sebut saja mengenai rekrutmen karyawan. Diduga dan disebut-sebut, walau ada dilakukan pengumuman penerimaan melalui media cetak lokal dan nasional tahun 2018 lalu.

Tapi hasilnya tetap saja yang memiliki relasi atau koneksi lebih beruntung. Misal, anak atau adik pejabat daerah. Mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota.

Nah, jalan ini semakin mulus, karena mereka memiliki pengaruh besar pada bank plat merah ini. Namun, andai ada yang lulus tanpa koneksi dan relasi dengan pejabat di Bank Aceh Syariah (BAS). Jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

20200709-bank-aceh1

Pengumuman Bank Aceh (Foto: google | net)

“Kecuali mereka benar-benar pintar dan hasil tes murni. Tapi bisa dihitung dengan jari. Selebihnya ya seperti kita tahu bersama,” ungkap seorang sumber media ini di kalangan internal bank tersebut.

Sebenarnya kata dia, tak jadi soal bila ada anak pejabat yang ikut tes kemudian lulus serta mampu menunjukkan kemampuan pribadinya. “Ya, mungkin saat masuk pertama karena faktor ayahnya, tapi setelah bekerja dan dia mampu menunjukkan kinerja yang baik, tentu tak ada masalah,” jelas dia.

Begitupun, karena alasan etika dan aturan yang berlaku. Sumber ini tak mau ditulis namanya ini. “Wah, jangan disebut nama saya, bisa kena pecat nanti,” ucap dia dengan raut wajah serius, Senin lalu di Banda Aceh.

Benarkah semua informasi tadi? Kepala Bagian Humas PT. Bank Aceh Syariah (BAS) Riza Syahputra, Jumat, 3 Juli 2020 lalu di Banda Aceh membantah dugaan tadi.

20200709-riza

Kepala Bagian Humas PT. Bank Aceh Syariah (BAS) Riza Syahputra (Foto: rri.co.id)

Menurut dia, bank ini melakukan proses rekrutmen karyawan terakhir kalinya tahun 2018. Dan, diterima bekerja tahun 2019. Hingga saat ini sebut Riza, Bank Aceh belum melakukan rekrutmen atau masih memiliki sekitar 2.000 karyawan.

“Rekrutmen yang dilakukan berdasarkan kebutuhan bank dan secara terbuka dengan menggunakan jasa konsultan independen. Tujuannya, untuk menjaga independensi perekrutan,” sebut dia.

Artinya, siapa saja dapat melamar menjadi karyawan Bank Aceh sejauh kriteria yang ditentukan terpenuhi. “Pengumuman rekrutmen kita umumkan di media cetak lokal dan nasional. Semua putra putri terbaik Aceh dari berbagai disiplin ilmu, yang  memenuhi syarat berpeluang menjadi calon karyawan Bank Aceh, sepanjang bisa mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dipersyaratkan,” jelas Riza.

Begitupun, penjelasan Riza tak semudah diakui sejumlah sumber media ini. Misal,  salah seorang nasabah potensial Bank Aceh Syariah mengungkap. Ada indikasi rekrutmen karyawan Bank Aceh masih belum lepas dari faktor orang dekat atau kerabat.

Akibatnya berdampak pada kinerja karyawan tersebut. “Ya, ada anak, adik atau keponakan pejabat daerah.  Anda bisa cek sendiri. Misal, anak mantan walikota, keponakan Setda atau pejabat Bank Aceh sendiri,” ulas dia.

Selain itu juga berdampak pada sistem penyaluran kredit. “Lazim terjadi berdasarkan kedekatan personal antara pengusaha dengan pejabat bank, bukan sistem. Terutama dari orang-orang dekat pemegang saham,” ujar dia.

Jika pengajuan kreditnya tidak disetujui, maka bisa berpengaruh pada posisi dan pejabat bank. “Lihat saja, ada pengusaha di Aceh yang by pass kepada pemegang saham, sehingga pengajuan kreditnya disetujui. Padahal,  dari sisi kepatutan dan kelayakan, masih diragukan,” ungkap sumber tadi. Waduh!***

Komentar

Loading...