Belum Sebulan Usai Diresmikan

Melirik Hiruk Pikuk Pasar Al-Mahirah Lamdingin

Melirik Hiruk Pikuk Pasar Al-Mahirah Lamdingin
Akses jalan masuk Pasar Al Mahirah Lamdingin yang tergenang air pasca hujan (Foto:Hendy HP I MODUSACEH.CO) 

Banda Aceh I Sebelumnya sempat bernama Pasar Samudra Kutaraja Gemilang  atau disingkat PSKG. Pasar ini terletak di Desa Lamdingin, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Lalu, berganti nama Pasar Al Mahirah, yang direlokasi dari Pasar Peunayong dan  ini diresmikan Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah Selasa, 7 Juli 2020.

Sayangnya, belum ada satu bulan sejak diresmikan, hiruk pikuk pasar yang jadi kebanggaan ini mulai tampak tak terawat dan kotor.

Pantauan wartawan media ini di sana, Senin siang. Terdapat dua  bangunan yang disiapkan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk para penjual.

Bangunan pasar yang belum selesai renovasi, memaksa penjual berdagang di luar. (Foto:Hendy HP I MODUSACEH.CO) 

Dan, terdapat satu bangunan lagi yang belum selesai  sepenuhnya, namun terlihat seperti dipaksakan agar fasilitas tersebut dapat segera digunakan.

Entah itu sebabnya, mengakibatkan beberapa pedagang berjualan di akses jalan masuk dan keluar yang berada tepat di depan pasar. Akibatnya, para pengendara motor dan mobil susah untuk masuk ke kawasan pasar tersebut.

Jika dalam keadaan hujan, akses jalan menuju pasar juga digenangi air pada beberapa titik, sehingga membuat konsumen tidak nyaman jika ingin berbelanja di sana.

Genangan air yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah  (Foto:Hendy HP I MODUSACEH.CO) 

Terlihat juga bahwa, semua pedagang berbaur menjadi satu, tidak ada pemisah khusus antara penjual ikan, daging dan ayam.

Selain itu, Pasar Al Mahirah belum memiliki fasilitas yang memadai, seperti tempat pembuangan limbah hasil dari pemotongan unggas, karena para penjual membuang limbah tersebut ke rawa-rawa kecil yang terbentuk karena air hujan, persis di depan pasar, akibatnya menimbulkan pemandangan dan bau tak sedap.

Nah, akibat kondisi ini, sudah saatnya Pemko Banda Aceh segera melirik kembali sistem dan penanggungjawab tata kelola pasar tersebut.***

Komentar

Loading...