Breaking News

Megap-Megap Dapur Arang

Megap-Megap Dapur Arang
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Setelah ‘padam’ empat bulan atau sejak November 2019. Kini, mulai Kamis hingga Jumat, dapur arang milik Ilyas Harun (56) dan Sudirman (44) kembali berasap. Sebelumnya, usaha dua sahabat dari Desa Langung dan Peunaga Pasie, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat sempat megap-megap karena keterbatasan modal.

Untuk menyalakan api di dapur arang yang berlokasi di Desa Peunaga Paya, Meureubo, Aceh Barat ini. Ilyas Harun dan Sudirman harus lebih dulu mengumpulkan modal usahanya dari kerja serabutan di tempat lain.

“Kalau sudah ada uang Rp 50-100 ribu kami beli batok kelapa beberapa goni, nanti kami cari lagi uangnya. Tetapi ini baru beroperasi kembali setelah kosong sejak November 2019 lalu karena keterbatasan modal,” kata Ilyas Harun dan Sudirman, Jumat.

Ilyas Harun dan Sudirman mengaku. Untuk membeli bahan baku dari batok kelapa, memproduksikan arang, mereka memerlukan modal usaha per goni dengan isian 50 kilogram (Kg) sampai ke dapur, Rp 10-15 ribu.

“Tetapi kami sering kehabisan batok kelapa karena uang pas-pasan,” ujar dua laki-laki tadi.

Menurut Ilyas Harun dan Sudirman, usaha memproduksi arang dari batok kelapa untuk siap dipasarkan, membutuhkan waktu 24 jam. Setelah batok kelapa dibakar hingga hitam dalam dapur terbuat dari drum, lalu disaring untuk memisahkan antara yang kecil dengan arang yang bisa dipasarkan. 

Arang tersebut, jelas Ilyas dan Harus secara bergantian, dipasarkan ke Banda Aceh. Per kilogram hingga sampai ketempat, terjual Rp 4.100. Urusan pemasaran, menurut Ilyas dan Sudirman tak ada persoalan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, pasokan untuk dikirim ke Banda Aceh sering terputus, lagi-lagi karena persoalan modal.

Usaha yang dirintis sejak 2015 lalu itu, belum ada sokongan modal usaha dari pemerintah. Baik pemerintah desa, kabupaten hingga Provinsi Aceh.

Padahal menurut Ilyas dan Sudirman, untuk menghidupkan dapur arang secara rutin, membutuhkan biaya Rp 15-20 juta. “Agar usaha ini bisa terus menerus jalan, butuh modal sekurang-kurangnya Rp 15 juta,” jelas Sudirman yang diamini Ilyas Harun, Jumat (07/02).

Itu sebabnya, Ilyas dan Sudirman berharap ada sentuhan pemerintah dalam menjalankan usahanya itu. Amatan media ini di lokasi, Jumat (07/02/2020) sudah ada beberapa goni arang yang siap dipasarkan.***

Komentar

Loading...