Mega-Pro Jadi Bowo-Puan?

Mega-Pro Jadi Bowo-Puan?
Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani (Foto: dok. Instagram Puan Maharani)
Penulis
Sumber
detik.com

Jakarta | Partai Gerindra mengungkap peluang ketumnya, Prabowo Subianto, maju Pilpres 2024 dengan sokongan PDI Perjuangan. Jika dulu PDIP pernah mengusung pasangan Megawati Sukarnoputri-Prabowo (Mega-Pro), mungkinkan kini akan muncul Prabowo-Puan Maharani (Bowo-Puan)?

Mengenang Mega-Pro

Jika kita menengok sejarah, Megawati dan Prabowo pernah sepakat berjuang bersama di Pilpres 2009. Kala itu PDIP dan Gerindra, yang ada di barisan oposisi, berkoalisi menghadapi pasangan capres incumbent, SBY-Boediono, serta JK-Wiranto. Pasangan yang lebih dikenal dengan sebutan Mega-Pro ini mengakhiri Pilpres 2009 dengan raihan 26,79% suara.

Hubungan Megawati dan Prabowo seperti pasang-surut mendekati pilpres. Menjelang Pilpres 2014, hubungan keduanya benar-benar panas. Gerindra mengungkit perjanjian dengan Megawati di Pilpres 2009, tentang janji Mega mendukung Prabowo di Pilpres 2014. Dokumen perjanjian di Batu Tulis diungkit, tapi Megawati tetap pada pilihannya, mencalonkan Jokowi sebagai presiden pada 2014. Setelah melalui dinamika politik yang panjang, Jokowi akhirnya berduet dengan JK di Pilpres 2014 dan terpilih menjadi Presiden RI ke-7 untuk periode pertama.

Hubungan Mega-Prabowo seolah tak kunjung mereda menjelang Pilpres 2019. Betapa tidak, Prabowo kembali menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019, kali ini berduet dengan Sandiaga Uno. Panasnya suhu politik selama masa kampanye Pilpres 2019 sampai ke telinga Megawati. Mega pun mengkritik orang-orang di kubu 02 yang membenturkan dirinya dengan Prabowo, seraya menegaskan dirinya tak punya masalah dengan Prabowo.

Akhirnya, hubungan keduanya kembali cair berkat politik nasi goreng a la Megawati. Belum lagi, Prabowo kemudian masuk dalam kabinet Jokowi sebagai Menhan pada tahun 2019.

Mungkinkah Kini Prabowo Meminang Puan?

Perihal peluang Prabowo nyapres disokong PDIP disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2021). Muzani berbicara hubungan baik Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Hubungan kita yang baik dengan PDIP, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Ibu Mega, saya kira semua sudah tahu sejak beliau belum ditetapkan sebagai Menhan dan sampai sekarang hubungan itu baik, tidak ada masalah dan itu menjadi sebuah kemungkinan adanya peluang untuk dimungkinkannya Pak Prabowo maju bersama PDI. Tapi pembicaraan tentang itu belum sampai pada hal-hal yang detail," kata Muzani.

Meski demikian, belum ada pembicaraan resmi soal Prabowo nyapres pada 2024 di lingkup internal Partai Gerindra. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan ada forum resmi terkait pencapresan.

"Untuk forum yang resmi maupun langsung bicara dengan Pak Prabowo, itu kita belum ada khusus mengenai pilpres. Belum ada. Kami masih fokus pada konsolidasi partai," ujarnya, Jumat (28/5).

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Adi Prayitno menyebut Partai Gerindra bersama PDIP akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dan Puan Maharani sebagai cawapres pada 2024.

Bergabungnya Gerindra ke dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat ini dinilai sebagai salah satu upaya membangun koalisi di 2024. Gerindra dan PDIP dinilai serius membangun jalan menuju 2024.

"Pernyataan Muzani menggembok kepastian PDIP dan Gerindra maju bareng mengusung Prabowo dan Puan di pilpres," katanya.***

Komentar

Loading...