Catatan Kongres V PAN di Kota Kendari

Matahari “Terbelah” Dukungan Aceh Pecah, Posisi Farhan, Azwar dan Muslim Aiyub Terancam?

Matahari “Terbelah” Dukungan Aceh Pecah, Posisi Farhan, Azwar dan Muslim Aiyub Terancam?
Foto: Dok. MODUSACEH.CO

Dari 23 pengurus kabupaten dan kota se-Aceh. Kabarnya hanya 10 DPD II PAN se-Aceh yang mendukung Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai calon Ketua Umum DPP PAN periode kedua. Sisanya ikut gerbong Farhan Hamid, Azwar Abu Bakar dan Muslim Aiyub bersama Amin Rais, mengusung Mulafchri Harahap. Terancam tergusur dari Pengurus DPP PAN?

MODUSACEH.CO | KEBERUNTUNGAN politik memang tak selamanya tergantung pada nasib dan garis tangan. Sebab, sebagai bagian dari ilmu sosial, gerakan politik juga bisa diukur dan terstruktur.

Itu sebabnya dibutuhkan kejelian serta kepekaan dalam mendukung kandidat calon ketua. Baik di tingkat terendah (kabupaten dan kota), provinsi (DPW) hingga pusat (DPP). Terutama membaca tanda serta arus dukungan masif. Termasuk “arah mata angin” dari kekuasaan nasional. Jika tidak, tentu terperosok dan kalah alias kurang mujur.

Nah, potret inilah yang dialami sejumlah tokoh dan Pengurus DPD II dan DPD I Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh. Ini terkait soal dukung mendukung calon ketua umum partai politik berlambang matahari terbit tersebut pada Kongres V PAN yang berlangsung di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, 10-12 Februari 2020.     

20200219-ricuh-pan  

Kabarnya, dari 23 Pengurus DPD II PAN se-Aceh, hanya 10 DPD II yang mendukung Zulkifli Hasan (Zulhas) secara terbuka. Selain itu, dari 6 anggota DPR Aceh dari Fraksi PAN, hanya satu yang tak sejalan dengan calon incumbent tadi. Hasilnya, mereka terpaksa menelan pil pahit alias kalah.  

Menariknya, tiga tokoh PAN asal Aceh seperti Farhan Hamid (mantan anggota DPR RI Fraksi PAN) dan Azwar Abu Bakar (mantan Menteri Kabinet RB-PAN era SBY) dan Muslim Aiyub (mantan anggota DPR RI asal Aceh), juga berpaling dari Zulhas. Ketiganya mengikuti gerbong Amin Rais, mengusung Mulafchri Harahap.

“Ya, kabarnya memang begitu. Kami mendapat informasi terakhir dari tim sukses Bang Zulhas,” ungkap seorang sumber di DPP PAN, yang juga tim sukses utama Zulhas, Selasa pekan lalu.

Kata sumber itu, dari catatan pihaknya, Pengurus DPD II PAN Aceh yang mendukung Zulhas adalah, Bireuen, Pidie Jaya, Banda Aceh, Nagan Raya, Subussalam, Kota Langsa, Simeulue, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tenggara. "Tapi, bisa saja lebih. Sebab, ada yang diam-diam juga mendukung Bang Zulhas," jelas sumber tadi.

“Kongres pekan lalu memang sangat dinamis. Dari 40-an anggota DPR RI Fraksi PAN misalnya, hanya 9 orang yang secara terbuka dan terang-terangan mendukung Zulhas. Sisanya mungkin ada yang secara diam-diam,” sebut sumber yang tak mau ditulis namanya ini.

Sementara itu, Plt Ketua DPD I PAN Aceh, T. Hasbullah atau akrab disapa Bob, tak mau berkomentar masalah ini. Dia lebih memilih diam, saat ditanya media ini, Rabu siang lalu.

“Biasalah, namanya juga kongres, pasti ada dinamika. Setelah usai, semua solid kembali untuk membesarkan partai,” kata Bob. Itu sebabnya, dia tak mau mempermasalahkan dinamika yang terjadi saat kongres lalu.

“Saya dan kawan-kawan DPD I PAN Aceh akan berkonsentrasi pada pelaksanaan Muswil PAN Aceh yang dijadwal akhir tahun ini,”ujar Bob.

Menurut Bob, sesuai surat keputusan (SK) DPP PAN, masa kepemimpinannya akan habis Desember 2020. “Insya Allah, Muswil akan kami percepat, setelah terbentuknya Pengurus DPP PAN dibawah kepemimpinan Zulkifli Hasan,” jelas Bob yang juga pendukung utama Zulhas.

Lepas dari persoalan tadi, seandainya Pengurus DPD II PAN se-Aceh dan Ahmad Farhan Hamid, Azwar Abu Bakar serta Muslim Aiyub jeli dengan konstelasi dan dinamika politik yang terjadi saat ini. Tentu mereka tak akan mendukung calon ketua yang diusung Amin Rais.

Sebab, sebagai tokoh opisisi, keberadaan dan kehadiran Amin Rais sangat resisten dengan kepemimpinan nasional saat ini. Terutama gerbong DPP PDIP, paska Pilpres 2019.

Karena itu, suka atau tidak, siapa pun calon yang diunggulkan Amin Rais, pasti akan diamputasi alias dijegal. “Saya kira, semua ini wajar saja. Karena, siapa pun yang berkuasa, pasti mengunakan politik kekuasaannya,” ungkap sumber tadi.

Apalagi katanya, kepemimpinan kedua Zulhas sebagai Ketua Umum DPP PAN, akan membangun  relasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah saat ini. Khususnya, Presiden RI Joko Widodo.

Yang jadi soal, begitu lemahkan perhitungan atau kalkulasi politik yang dimainkan mayoritas Pengurus DPD II PAN Aceh. Termasuk Farhan Hamid, Azwar Abu Bakar dan MuslimAiyub? Sumber tadi mengulasnya.

“Ya, bisa benar juga tidak. Tapi kami menduga, mereka terlalu “becek” dalam bermain. Artinya, mengunakan politik kiri-kanan OK. Tergantung siapa lebih besar memberi “jasa transportasi”, duga sumber di DPP PAN itu kepada media ini.

Itu sebabnya, akhir dari “permainan” kongres lalu, tentu ada konsekwensi yang harus diterima. Misal, terdepak dari susunan kepengurusan di tingkat pusat atau DPP.

“Hingga saat ini, kemungkinan besar nama Farhan Hamid, Azwar Abu Bakar dan Muslim Aiyub tidak masuk dalam kepengurusan DPP PAN. Posisi mereka diganti dengan wajah baru. Salah satunya, H. Nazaruddin (Dek GAM), anggota DPR RI Fraksi PAN asal Dapil Aceh. Namun, semua itu bisa saja berubah dan mencair. Bang Zulhas itu orangnya sangat bijak dan demokratis,” sebut sumber di DPP PAN, Jakarta.

Kabarnya, nasib apes serupa juga akan dialami sejumlah Ketua dan Pengurus DPD II PAN di Aceh, yang akan bertarung pada Pilkada Aceh 2022 atau 2024 mendatang.

“Ya, sebenarnya ada beberapa diantara mereka yang sudah tercatat sebagai calon bupati dan walikota di Aceh. Namun, karena salah bermain di kongres lalu, maka kami akan berpikir ulang untuk mengusungnya,” ungkap dia.

Sumber ini beralasan. Kesetian dan komitmen dalam politik itu sangat diperlukan. Sebab, untuk penguatan konsolidasi partai menuju keberhasilan pada Pilkada 2020 pada sejumlah daerah di Indonesia dan  Pileg 2024 secara nasional mendatang.

“PAN memasang target menjadi partai tiga terbesar secara nasional pada Pileg 2024 mendatang. Termasuk meraih kemenangan pada sejumlah Pilkada 2020. Karena itu, diperlukan analisa mendalam terhadap calon atau figur yang akan diusung,” tegas sumber ini.***

 

Komentar

Loading...