Langgar Protokol Kesehatan Covid-19

Masyarakat Simeulue Dikenakan Denda Push Up

Masyarakat Simeulue Dikenakan Denda Push Up
Warga masyarakat menjalani denda sosial berupa push up karena tidak mengunakan masker (Foto: Ade Irwansyah)

Simeulue | Pemerintah Kabupaten Simeulue mulai menerapkan denda sosial bagi masyarakat yang berani melanggar protokol kesehatan Covid-19, sesuai  yang ditetapkan pemerintah yaitu;  push up! (suatu jenis senam kekuatan yang berfungsi untuk menguatkan otot bisep maupun trisep). 

itu dilakukan, apabila ditemukan ada masyarakat yang tidak menggunakan masker saat berada di tempat umum atau keramaian lainnya.

"Kalau ada masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan, kita akan berikan denda sosial berupa push up," kata Sahirman, M.Si, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan WH Kabupaten Simeulue, Senin, 7 September 2020.

Rzia masker di Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue (Foto: Ade Irwansyah)

Menurut Sahirman, penerapan denda sosial ini dilakukan, sebagai upaya agar masyarakat Simeulue patuh terhadap apa yang telah ditetapkan terkait pencegahan virus Covid-19 yang saat ini masih mewabah.

Dijelaskan, untuk saat ini denda sosial tadi masih sebatas push Up saja. Namun, tidak menutup kemungkinan denda lain juga akan diberikan bagi masyarakat yang masih melakukan pelanggaran seperti tidak menggunakan masker, jaga jarak, serta penggunaan alat kebersihan lainnya.

"Untuk saat ini kita masih melakukan tahap pembinaan, kedepan apabila masih banyak yang melakukan pelanggaran, bisa jadi akan kita berikan denda lebih berat lagi," ucap Sahirman.

Disampaikan Sahirman, denda sosial ini berlaku bagi semua orang. Baik itu masyarakat biasa, ASN, tenaga kontrak, serta tenaga bakti, di lingkungan Pemerintah Simeulue.

"Bagi masyarakat patuhilah protokol kesehatan Covid-19 untuk kebaikan kita bersama," himbau Sahirman.***

Komentar

Loading...