Terkait Pelaksanaan Ibadah di Masjid Jabir Al-Ka'biy

Masyarakat Drien Rampak Mengadu ke MPU Aceh Barat

Masyarakat Drien Rampak Mengadu ke MPU Aceh Barat
Foto: Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Puluhan masyarakat dari Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (3/3/2021) melakukan pertemuan di Aula Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat.

Pertemuan dengan agenda dengar pendapat tersebut, selain dihadiri masyarakat Drien Rampak, juga perwakilan MPU Aceh Abu Mahmuddin, anggota MPU Kecamatan Aceh Barat, perwakilan pimpinan Pesantren dan unsur akademisi.

Pada awal pertemuan, Ketua Tuha Peut Drien Rampak Tgk. Helmi menceritakan konflik antara warga setempat dengan Pengurus Masjid Jabir Al-Ka'biy. Kata Helmi, masyarakat setempat ingin berdoa di rumah ibadah tersebut namun dilarang.

Begitu juga saat masyarakat setempat menggunakan Masjid Jabir Al-Ka'biy untuk peringatan Maulid, ada penolakan dari pihak pengurus masjid. Alasannya, karena ada perbedaan tata cara ibadah antara yang lazim dilaksanakan sehari-sehari dalam kehidupan masyarakat setempat.

Karena alasan itu pula, agar tidak terjadi konflik maka perwakilan masyarakat Drien Rampak meminta MPU untuk menghentikan kajian-kajian di Masjid Jabir Al-Ka'biy yang meresahkan itu.

Selain itu, di Masjid Jabir juga tidak boleh wirid yasin dan juga laksanakan samadiyah.

Zulkifli yang juga pengurus Masjid Tamadun Gampong Drien Rampak mengaku, berbagai saran sudah disampaikan kepada pengurus Masjid Jabir Al-Ka'biy. Misal, tidak melakukan kajian-kajian yang membid'ahkan orang lain. Menurut Zulkifli, jamaah masjid Jabir 80 persen dari luar Desa Drien Rampak.

Rumah itu awalnya mushala yang dibangun negara Qatar paska gempa dan tsunami Aceh, 26 Desember 2004 silam. Lalu pada Pemerintah Alaidinsyah (Haji Tito) rumah ibadah itu diizinkan jadi masjid dengan melaksanakan shalat Jumat.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Barat Tgk. H. Abdul Rani Dian mengaku, pertemuan ini untuk dengar pendapat, bukan pada tahap pengambilan keputusan.

Begitupun, Ketua MPU Aceh Barat ini mengaku peristiwa tersebut sudah lama. Bahkan pada tahun 2018 lalu sudah pernah dibahas di Kantor Bupati Aceh Barat.

Lalu amatan media ini, pertemuan hari ini di MPU Aceh Barat belum mengundang Pengurus Masjid Jabir Al-Ka'biy.***

Komentar

Loading...