Keinginan Lama H. Harun Keuchik Leumiek Terwujud Sudah

Masjid Haji Keuchik Leumiek Diresmikan

Masjid Haji Keuchik Leumiek Diresmikan
Penulis
Rubrik

“Barang siapa membangun masjid semata-mata karena Allah, walau hanya seperti (sebesar) sarang yang dibuat oleh burung untuk menempatkan telurnya, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di Surga.” (HR. Bukhari Muslim).

MODUSACEH.CO | Kini, bila waktu shalat tiba dan kebetulan Anda melintas di kawasan pinggir kali (sungai) Gampong Lamseupeng, Kecamatan Leungbata, Kota Banda Aceh. Anda tak perlu khawatir kesulitan mencari masjid, melaksanakan shalat berjamaah.

Maklum, mulai hari ini, H. Harun Keuchik Leumiek, seorang pengusaha emas dan logam mulai yang juga wartawan senior Aceh itu, resmi membuka rumah Allah tersebut. Namanya Masjid Keuchik Leumiek. Nama tersebut diambil dari almarhum ayah dari H. Harun Keuchik Leumiek.

Dan, pembangunan Masjid Haji Keuchik Leumik ini, sepenuhnya atas biaya sendiri atau berasal dari keluarga besar almarhum Haji Keuchik Leumik. Inilah, salah satu masjid termegah di Kota Banda Aceh. Masjid ini didirikan dengan nuansa Arab. Itu terlihat dari dekorasi bangunan bercorak warna warni, bertulisan kaligrafi ayat suci Al Quran. Ada juga lentera raksasa yang menghiasi tengah-tengah langit masjid.

20190128-masjid1

Jika dilihat dari dekat, lentera itu terbuat dari besi kuning yang memancarkan cahaya sehingga menambah kemewahan, kenyamanan dan keteduhan saat beribadah. Tak hanya itu, bagian luar masjid juga ada nuansa arab modern yang dipadu bangunan rumah adat Aceh sebagai tempat pertemuan dan rehat.

Di bagian lantai dan tembok, dilapisi mar-mar bewarna coklat. Jendela bermotif bunga, menghiasi sudut ruangan. Tempat wudhuk pun lengkap, disertai tempak duduk serta kolam besar dengan air bening dan bersih.

“Masjid ini resmi kita namakan Masjid Haji Keuchik Leumik. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah SWT dan doa serta dukungan masyarakat Gampong Lam Seupeueng, masjid ini telah selesai kita bangun untuk menjadi milik bersama,” kata H. Harun Keuchik Leumik saat peresmian masjid, Senin, 28 Januari 2019.

H. Harun Keuchik Leumik mengaku, niatnya sudah sangat lama ingin membangun satu masjid di tengah-tengah Gampong Lam Seupeueng. Namun, karena tidak ada tanah yang dapat digunakan, maka dimanfaatkanlah tanah Komplek Balai Pengajian Haji Keuchik Leumiek. “Luasnya hampir 3500 meter. Untuk mewujudkan niat membangun masjid, kami beri nama Masjid Haji Keuchik Leumik, tambahan dari nama almarhum ayah saya,” jelasnya.

Sebab itu, 10 Juli 2016 pembagunan masjid dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan Imam Besar Masjid Raya Banda Aceh Prof. Dr. Azman Ismail, MA bersama Hj. Illiza Sa’aduddin Jamal, SE, saat itu sebagai Walikota Banda Aceh serta Keuchik dan Imam Gampong Lam Seupeueng maupun keluarga besar Haji Keuchik Leumik. “Masjid seluas 34 x 22 meter persegi ini kami bangun di atas tanah seluas 2500 meter. Dapat menampung 1000 jamaah,” kata H. Harun Keuchik Leumik.

20190128-masjid2

H. Harun Keuchik Leumik menjelaskan, bentuk masjid terinspirasi dari bentuk bangunan masjid bargaya Timur Tegah. “Semua desain relifnya dilakukan putra kami, H. Kamaruzzan Harun Keuchik Leumiek, SE,” ungkapnya.

Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut namaNya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan dilaksanakan shalat, dibaca ayat-ayat Alquran.

Nama-nama Allah Azza wa Jalla akan disebut, ilmu-ilmu akan diajarkan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, masih banyak faedah-faedah yang lain. Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu. Beliau mengatakan; “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membangun masjid untuk mencari wajah Allah Azza wa Jalla, maka Allah Azza wa Jalla akan membangunkannya rumah yang sama di surga. (HR. Bukhari dan Muslim).***

 

 

Komentar

Loading...