Terkait Posisi Wagub Aceh

"Manuver" Irwandi Untuk Muharuddin

"Manuver" Irwandi Untuk Muharuddin
Rubrik

Banda Aceh I Satu surat keputusan atas nama Ketua dan Sekretaris Jenderal, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nanggroe Aceh (PNA),Irwandi Yusuf-Miswar Fuadi, beredar luas melalui media sosial.

Isinya tentang keputusan partai lokal tersebut, mengusung Muharuddin Harun sebagai calon Wakil Gubernur Aceh, mendampinggi Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada dua tahun akhir masa jabatannya.

Surat dengan nomor: 521/PNA/B/Kpts/KU-SJ/XII/2020, tanggal 7 Desember 2020 ini, dengan tegas mengusulkan mantan Ketua DPR Aceh itu sebagai calon Wagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 dari Partai Nanggroe Aceh.

“Untuk menjadi calon Wakil Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2020,” tulis Irwandi atau akrab disapa BW itu dalam surat keputusannya tadi.

Begitupun, hingga berita ini diwartakan, MODUSACEH.CO belum berhasil mengkonfirmasi Irwandi Yusuf serta Miswar. Dua nomor telpon seluler yang dihubungi menjawab; untuk sementara menolak semua panggilan.

Sementara itu, Samsul Bahri alias Tiyong, Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang terpilih melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Gedung AAC Ampon Syik Peusangan, Universitas Al Muslim, Bireuen, Sabtu, 14 September 2019 lalu, tak menjawab panggilan konfirmasi media ini, Senin malam.

Nah, keterangan singkat justeru diperoleh dari M. Reza Fahlevi Kirani, Ketua II, DPP PNA pimpinan Tiyong.

“Apakah surat itu benar,” tanya media media, Senin sore. “Kalau kita lihat sepertinya benar. Tapi rapat harian partai tidak membahas apapun,” jawab anggota DPR Aceh dari Fraksi PNA itu.

Bagaimana posisi Miswar Fuadi yang juga Sekjen PNA versi Tiyong. Apakah dukungan untuk Muharuddin memiliki kekuatan hukum tetap,” sambung media ini. “Benar, kalau soal itu bisa ditanyakan langsung pada Miswar,” jelas Fahlevi.

Hanya saja tambah Fahlevi, paska KLB, posisi dan kedudukan Irwandi di PNA menjadi gugur, sebab telah memiliki kekuatan hukum tetap karena terkait kasus korupsi.

Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwansyah menegaskan. Irwandi Yusuf tidak berhak menandatangani surat usulan calon wakil Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

Menurut Machsalmina, begitu dia akrab disapa,  Irwandi Yusuf bukan lagi Ketua PNA karena telah diberhentikan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Bireuen tahun 2019 lalu.

“Beliau (Irwandi Yusuf) tidak berhak menandatangani atas nama PNA karena telah diberhentikan dalam KLB PNA 2019,” tulis Irwansyah saat menghubungi anteroaceh.com, yang menanggapi secara khusus surat pengusulan Muharuddin oleh DPP PNA yang ditandatangani Irwandi Yusuf dan Miswar Fuady, Senin (14/12/2020).

Dikonfirmasi ulang MODUSACEH.CO, Senin malam. Machsalmina membenarkan pernyataannya itu. Kata dia, yang berhak mengusulkan calon wakil Gubernur adalah MTP PNA bukan DPP PNA.

“Yang berwenang menetapkan nama Gubernur dan Cawagub adalah Majelis Tinggi Partai,” tegas dia.***

Komentar

Loading...