Breaking News

Jelang Akhir Tahun 2020

Mantan Polisi Humanis Adnan ‘Meupep-pep’ Tutup Usia

Mantan Polisi Humanis Adnan ‘Meupep-pep’ Tutup Usia
Almarhum Adnan ‘Meupep-pep’ mendapat penghargaan dari Presiden RI (Foto: Ist)
Rubrik

MODUSACEH.CO I Innalillahi wainnaailaihiraaji'uun. Kabar duka kembali menyelimuti rakyat Aceh, khususnya Kota Banda Aceh.

Hari ini, Kamis, 31 Desember 2020, seorang purnawirawan polisi yang sangat dikenal dengan sebutan; Adnan ‘Meupep-pep’ telah tutup usia di Kota Langsa, sekira pukul 16.30 WIB.

Berpulangnya kerahmatullah AKBP (Purn) Drs. H. Adnan ini begitu cepat tersebar di media sosial (medsos). Maklum, almarhum memang dikenal sebagai sosok polisi lalulintas yang dekat dengan masyarakat.

Rencananya jenazahnya almarhum akan dibawa pulang ke Kota Medan, Sumatera Utara.

Sebelum purna tugas, Adnan ‘Meupep-pep’ bertugas di Direktorat Polantas Polda Aceh. Dia menjadi ikon polisi lalu-lintas Aceh, karena aksi simpatiknya saat menjalankan tugas.

Setiap hari, dia berkeliling kota, melakukan kampanye dan seruan tertib berlalu lintas dengan pengeras suara. Menariknya, semua itu dia lakukan dengan cara mengandalkan kearifan lokal alias menggunakan bahasa Aceh.

Itu sebabnya, dia tak segan-segan untuk menegur siapa saja yang berkendaraan tanpa melengkapi diri dengan helmet, atau berhenti di lajur yang salah.

Makanya, banyak warga menyebut dan memanggilnya dengan istilah polisi meupep-pep. Namun, cara penyampaian yang lucu, membuat dirinya viral dan menarik simpatik warga.

Entah itu sebabnya, wajah Adnan Meupep-pep sempat tercetak pada prangko seharga Rp 3.000. Nah, dengan  penuh percaya diri, Ajun Komisaris Besar Polisi Adnan ini pun tersenyum melihat gambar dirinya di deretan prangko yang diserahkan Kepala PT Pos Indonesia cabang Aceh, Ahmad Saladin.

“Alhamdulillah kali ini saya mendapat perhatian dari Kantor Pos. Mudah-mudahan dengan metode ini aturan berlalu lintas bisa lebih memasyarakat dan tersosialisasi dengan baik,” katanya kepada media pers, Rabu, 20 Desember 2017.

Tak hanya dirinya, dalam prangko tersebut, Adnan disandingkan berdiri dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah Aceh Sudirman alias Haji Uma di samping kendaraan dinasnya.

PT. Pos Indonesia menilai, prangko itu sebagai bentuk penghargaan kepada Adnan. “Dia berdedikasi dan berupaya menegakkan aturan lalu lintas di masyarakat,” kata Ahmad Saladin saat itu.

Waktu itu, Pos Indonesia juga meresmikan beroperasinya pelayanan Kantor Samsat Pos untuk memudahkan masyarakat membayar biaya pajak kendaraan.

Samsat pos ada di setiap kantor pos di Aceh. “Layanan Samsat Pos juga dapat digunakan untuk membayarkan denda tilang,” kata Ahmad. Samsat pos ini hanya ada di dua daerah, yakni Aceh dan Jawa Timur.

Adnan ‘Meupep-pep’ mengakhiri tugasnya sebagai Bhayangkara pada 1 April 2018. Dan sebelum purna tugas, Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Guritno Wibowo ketika itu, tanggal 8 Maret 2018, memberikan penghargaan atas dedikasinya sebagai polisi selama 34 tahun.

20201231-adnan2

Almarhum Adnan bersama Sekjen DPA Partai Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar saat maju sebagai caleg DPRK Banda Aceh dari Partai Aceh pada Pileg 2019 (Foto: Ist)

Almarhum lahir tanggal 10 Maret 1960 di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Usai pensiun, Adnan sempat maju sebagai bakal calon legislatif  (Bacaleg) DPRK Banda Aceh di Pileg 2019, melalui Partai Aceh.

Selamat Jalan Bang Adnan, semoga Allah SWT mengampunkan segala dosa dan menerima amal ibadah mu serta memberi mu husnul khatimah. Aamiin.***

Komentar

Loading...