Mantan Kombatan GAM, Bahtiar: PNA Milik Rakyat, Bukan Keluarga!

Mantan Kombatan GAM, Bahtiar: PNA Milik Rakyat, Bukan Keluarga!
Bahtiar M Saleh, mantan Ketua PNA Langsa

Langsa | Bahtiar M. Saleh, salah seorang mantan kombatan GAM yang juga pendiri dan Ketua Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kota Langsa menyatakan dukungan terhadap langkah yang diambil Majelis Tinggi PNA, untuk segera melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) partai lokal ini.

Menurut Bang La, sapaan Bahtiar M Saleh. Sikap DPP PNA yang mencopot Irwandi Yusuf sudah tepat. Dia mengaku sangat mendukung langkah yang diambil Majelis Tinggi PNA.

"PNA itu partai lokal miliki rakyat Aceh bukan keluarga! Maka perlu dibereskan melalui mekanisme KLB yang disepakati semua unsur partai, baik tingkat pusat maupun daerah," tegas Bahtiar M Saleh kepada MODUSACEH.CO, melalui rilis yang dikirimnya, Kamis (12/9/2019).

Dia menambahkan, harusnya memang sanksi berlaku untuk semua kader. Termasuk Ketua Umum PNA apabila tidak menjalankan amanah sesuai dengan AD/ART partai.

"Ada aksi, ada reaksi, tentu ada juga sanksi. Ini berlaku bagi semua kader termasuk ketua umum dan pengurus di tingkat pusat maupun daerah jika tidak menjalankan amanah partai dengan baik," terangnya.

Kata dia, KLB yang digelar tersebut untuk menindaklanjuti perintah Majelis Tinggi Partai setelah menerima rekomendasi dari 17 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 224 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) se Aceh.

Agenda itu dinilainya, buntut dari keputusan Irwandi yang menggantikan Ketua Harian PNA dari Samsul Bahri alias Tiyong dengan Darwati A Gani yang juga istri Irwandi Yusuf, 5 Agustus 2019 lalu.

Tak hanya itu, pergantian juga dilakukan pada jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang semula dijabat Miswar Fuady beralih kepada Muharram Idris.

"Proses pergantian yang dilakukan Irwandi tersebut dinilai melanggar AD/ART karena keputusan itu tidak dibawa dalam rapat pleno," sebut Bahtiar M Saleh yang juga mantan kombatan GAM, yang pernah menjabat Ketua Partai PNA Kota Langsa.***

Komentar

Loading...