Breaking News

Dibalik Pengakuan dan Permintaan Maaf Dahlan Jamaluddin

Mantan Ketua DPRA Muharuddin: Terkesan Janggal, Mungkin Ada Miskomunikasi

Mantan Ketua DPRA Muharuddin: Terkesan Janggal, Mungkin Ada Miskomunikasi
Mantan Ketua DPR Aceh, Muharuddin (Foto: Ist)
Rubrik

Banda Aceh I Mantan Ketua DPR Aceh Muharuddin menilai. Ada yang janggal dari pengakuan dan permintaan maaf Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, terkait alokasi dana rehabilitasi rumah dinas pimpinan DPRA, Rp1,2 miliar yang menghebohkan ini.

Itu disampaikan, menjawab pertanyaan media ini, Selasa, 6 Juli 2021 sore di Banda Aceh.  “Rasanya menjadi janggal dan tak biasa terjadi. Setidaknya dari pengalaman saya saat menjadi Ketua DPR Aceh,” ungkap Muharuddin.

Menurut Muhar, begitu dia akrab disapa. Posisi Sekretaris Dewan (Sekwan) merupakan penguasa anggaran (PA) dalam tata kelola administrasi dan keuangan di lembaga wakil rakyat tadi.

Karena itu, berbagai alur dan arus pengusulan serta pelaksanaan tata kelola anggaran maupun administrasi di DPRA, tetap berada di tangan Sekwan selaku penanggungjawab.

“Kalau pun pengakuan Dahlan itu benar, berarti ada sesuatu yang salah dan janggal. Dan, harus diluruskan sehingga tidak melahirkan berbagai spekulasi di masyarakat maupun berimplikasi pada penyimpangan administrasi,” saran dia.

Biasanya kata Muhar, tetap ada koordinasi dan komunikasi antara Sekwan dengan pimpinan dewan, terkait berbagai program anggota dan pimpinan dewan. 

“Ya, ada usulan program dari anggota dan pimpinan dewan atau sebaliknya. Saya kira, dalam kasus tadi ada miskomunikasi antara pimpinan dewan dengan Sekwan,” duga Muhar.

Dia memberi contoh. Soal rehab rumah misalnya. Ketika ada yang perlu diperbaiki, maka anggota dan pimpinan menyampaikan kepada Sekwan. Sebaliknya, Sekwan mengusulkan kepada anggota maupun pimpinan jika ada yang perlu dikerjakan.

“Jadi, saling menginggatkan. Makanya saya merasa aneh saja jika ada pengakuan bahwa pimpinan tidak tahu dan tidak diberitahu,” kritik Muhar.

Sebab, ketika program tadi disepakati kata Muhar, maka anggota dewan, khususnya di Badan anggaran (Banggar) Dewan, memasukkan dalam APBA berjalan. Apalagi, pimpinan dewan ex officio juga sebagai pimpinan Banggar. Bahkan, sebelum pengesahan anggaran sudah diketahui mana yang masuk dan tidak.

“Inikan masalah internal dewan. Kalau pimpinan dewan tidak membaca, itu lebih aneh lagi. Karena, biasanya anggota dan pimpinan dewan hafal betul anggaran untuk rumah tangga mereka. Malah, ada grup khusus. Misal ada kebocoran di rumah dinas atau aliran listrik bermasalah, sangat cepat tersampaikan,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, menanggapi, sekaligus mengklarifikasi kabar yang tersebar di media social, terkait pengadaan barang dan jasa pada Rumah Dinas Ketua DPRA tahun APBA 2021.

Diakui Dahlan, soal pengadaan barang dan jasa pada rumah dinas Ketua DPRA itu, diakui telah menciderai hati dan perasaan rakyat Aceh.

"Selaku Ketua DPRA saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh, karena mungkin program tersebut telah melukai rasa keadilan dalam situasi saat ini," ucap Dahlan kepada wartawan, usai memimpin Rapat Paripurna di Gedung Utama DPRA, Senin sore kemarin. 

Dahlan berdalih, program tersebut bukanlah usulan dan keinginan dirinya. Dia juga mengaku tidak pernah meminta hal tersebut kepada Sekretariat DPRA. "Saya tidak pernah meminta itu, bisa ditanya di jajaran Setwan," terangnya. 

Kata Dahlan, dia telah memanggil Sekwan DPRA Suhaimi untuk menjelaskan perihal program pengadaan barang dan jasa pada rumah dinas tadi. Tujuannya, mengapa dirinya tidak mengetahui ada program itu yang dinilai belum sangat dibutuhkan.

"Seharusnya mereka menanyakan terlebih dahulu kepada saya tentang kebutuhan rumah dinas, tapi ini tidak ada. Tiba-tiba saja seminggu yang lalu sebelum viral ada pekerja yang datang kerumah untuk melakukan pekerjaan, setelah itu saya panggil pihak sekretariat untuk menjelaskan ini," ujarnya lagi.

Benarkah pengakuan Dahlan? Sayang, hingga Selasa petang, Sekwan DPR Aceh Suhaimi tak menjawab konfirmasi media ini.***

Komentar

Loading...