Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Hadiri Upacara HUT RI Ke-73 di Blang Padang, Banda Aceh

Mantan Gubernur Aceh, Abu Doto: Butir MOU Helsinki Harus Diimplementasikan!

Mantan Gubernur Aceh, Abu Doto: Butir MOU Helsinki Harus Diimplementasikan!
MODUSACEH.CO/ Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Walau sempat berada di luar negeri (Swedia), mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah atau akrab disapa Abu Doto, menyempatkan diri pulang ke tanah kelahirannya, Aceh dan menghadiri Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-73 di Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (17/8/2018).

Perjalanan jauh itu, sekaligus digunakan Abu Doto, untuk merayakan 13 tahun perjanjian damai antara RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (MOU Helsingki 15 Agustus 2018), dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia.

Abu Doto mengaku bangga melihat antusias warga yang hadir. Menurutnya, dengan perjanjian damai yang telah dicapai, suasana masyarakat di Aceh semakin tenang dan tentram.

Namun, mantan Menteri Keuangan dan Luar Negeri, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu meminta sejumlah pihak di Aceh dan Jakarta, untuk merealisasikan seluruh butir-butir MOU Helsinki yang belum diimplementasikan. Misal, permasalahan bendera Aceh yang hingga kini masih calling down. Padahal, butir-butir perjanjian tersebut dicapai dengan susah payah dan mengorbankan jiwa dan raga seluruh rakyat Aceh.

“Yang menjadi kegelisahan saya, banyak butir-butir MOU Helsinki yang belum diwujudkan. Mari sama-sama, baik DPR Aceh dan Pemerintah Aceh, memperjuangkan ini untuk diimplementasikan, supaya kita menunaikan janji pada para pejuang Aceh yang telah sahit,” harap Abu Doto.

20180817-gubernur-aceh-dr.--zaini-abdullah-menyerahkan-bendera-merah-putih-kepada-pembawa-baki-bendera-pusaka-untuk-dikibarkan-pada-upacara-peringatan-hut-ke-69-kemerdekaan-ri-di-blang-padang-banda-aceh

Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah menyerahkan Bendera Merah Putih kepada pembawa baki bendera pusaka untuk dikibarkan pada upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Blang Padang, Banda Aceh

Sebagai pelaku sejarah tercapainya damai tersebut, Abu Doto berpesan pada kaum muda Aceh untuk terus mengingatkan  bahwa Aceh adalah daerah khusus yang pemerintahannya diatur dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA). Sehingga, generasi penerus Aceh mempunyai tanggungjawab untuk menjaga perdamainnya ini sepanjang masa.

Saat ditanya kondisi Pemerintahan Aceh saat ini, paska tak lagi menjadi Gubernur Aceh, Abu Doto menjawab secara deplomatis. ”Begini, keadaan Aceh harus lebih baik dari sebelumnya, kita harus merasakan kemajuan dengan sumber daya alam yang sangat kaya, yang kita miliki,” harap Abu Doto.

Sebelumnya, kehadiran Abu Doto di peringatan detik-detik HUT Republik Indonesia Ke-73 tahun ini, menjadi perhatian seluruh peserta upara. Maklum, Abu Doto nerupakan satu-satunya mantan Gubernur Aceh yang hadir.

Terlihat, banyak pejabat di Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan Forkopimda, satu-persatu berpelukan dan memberikan salam pada mantan Menteri Keuangan dan Luar Negeri, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.

Selain Abu Doto, juga hadir Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, pimpinan dan anggota DPR Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, Wakil Kepala (Waka) Polda Aceh, Brigjen Pol. Drs Supriyanto Tarah, MM dan sejumlah pejabat Aceh lainnya.***

Komentar

Loading...