HUT RI ke-71

Ini Maknanya di Mata Mantan Pimpinan GAM

Ini Maknanya di Mata Mantan Pimpinan GAM
Rubrik
Topik
Zakaria Saman, Mantan Menhan GAM
Setiap warga negara wajib dan taat untuk memperingatinya. Bagi saya, setelah perdamaian tercipta di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005 silam, tentu menjadi sejarah baru bagi Aceh dan Indonesia. Hanya, sesuai butir-butir perjanjian yang telah disepakati bersama, ada beberapa kesepakatan dari MoU yang termuat dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA), No: 11/2006 yang belum terwujud. Karena itu, menjadi tugas bersama antara pemerintah pusat dan Aceh untuk segera merealisasikannya. Ini menjadi penting, sebagai komitmen bersama.

Sofyan Daod, Mantan Juru Bicara Komando Pusat GAM
Tujuh satu tahun kemerdekaan Indonesia, harus dimaknai dalam konteks perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh. Setelah 11 tahun terwujudnya MoU damai Helsinki antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), hari ini rakyat Aceh sangat berharap adanya peningkatan kesejahteraan, jaminan keamanan serta terciptanya ketertiban secara sungguh-sungguh.
Bagi Indonesia, Aceh tak sekedar bagian dari teritorial. Aceh sangat berjasa terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat, rakyat Aceh begitu besar sumbangsihnya bagi Indonesia. Mulai dari memanggul senjata melawan penjajah Belanda dan Jepang, hingga membeli pesawat udara.
Karena itulah, tak berlebihan jika pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap kesejahteraan rakyat Aceh. Aceh Modal kemerdekaan Indonesia.
Karena Aceh dan pemerintah Indonesia pernah bersiteru selama 32 tahun lebih dan kini berakhir damai, kini rakyat Aceh menunggu dan terus menanti adanya keseriusan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA. Perdamaian telah dirasakan, tapi kalau rakyat Aceh belum merasa kemerdekaan dalam arti kesejahteraan, kedamaian dan ketertiban, maka akan jadi masalah dikemudian hari.

Darwis Jeunieb, Mantan Panglima GAM Wilayah Bate Iliek
Pemerintah Pusat harus benar-benar memperhatikan rakyat Aceh. Ini sejalan dengan 71 Tahun Indonesia Merdeka. Walau usia perdamaian antara RI-GAM sudah 11 tahun, tapi rakyat Aceh masih merasakan belum sepenuhnya menikmati buah kemerdekaan. Saya berharap Pemerintah Pusat dapat ‘memerdekakan’ rakyat Aceh dari kemiskinan, kebodohan, menuju kesejahteraan dan keadilan.
Pemerintah pusat tak perlu ragu dan takut pada rakyat Aceh. Sebab, tak ada lagi keinginan untuk merdeka atau memisahkan diri dari NKRI. Itu sebabnya, Darwis berharap, pemerintah pusat dapat memenuhi janjinya dalam merealisasikan dan mewujudkan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA yang belum terlaksana. Sebab, salah satu kata kunci dari perdamaian adalah, adanya kepercayaan pemerintah pusat pada rakyat Aceh.
Harapan ini sangat mendasar. Karena, masih ada butir-butir MoU yang belum seluruhnya terlaksana.
 

Komentar

Loading...