Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Sidang Kasus Mesum Oknum PNS dan IRT di Ulee Lheue

Majelis Hakim Vonis Keduanya 20 Kali Cambuk

Majelis Hakim Vonis Keduanya 20 Kali Cambuk
Penyidik Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh memintai keterangan AS (45), warga Sabang yang diciduk saat mesum dalam mobil dengan oknum PNS di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh. Foto: Prohaba

Banda Aceh | Kasus mesum beberapa waktu lalu yang melibatkan oknum PNS laki-laki berinisial AG (48) asal Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar bersama perempuan berinisial AS (45), warga Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang yang berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT), akhirnya mendapat putusan dari Majelis Hakim Mahkamah Syari’ah (MS) Banda Aceh.

Putusan itu dibacakan, Rabu, 3 Maret 2021 lalu. "Menghukum terdakwa dengan uqubat cambuk di depan umum sebanyak 20 kali, dikurangi selama terdakwa ditahan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan dengan status tahanan sementara," kata  Arinal (ketua majelis), Abd. Rauf dan Zakian (hakim anggota).

Seperti diwartakan sebelumnya, AG dan AS, Kamis (14/1/2021) lalu, diciduk polisi Satpol PP/WH Banda Aceh di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Setelah melalui proses persidangan, kedua pasangan tersebut dinilai dan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan 'jarimah ikhtilath' sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 25 ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014, tentang Hukum Jinayat.

Kasi penyelidikan Satpol PP/WH Kota Banda Aceh, Zakwan membenarkan putusan ini. Kata dia, kedua pasangan ini direncanakan akan dihukum cambuk, Senin mendatang di Taman Sari Kota Banda Aceh, bersama 6 orang pelanggar syariat lain, sebut Zakwan Jumat (5/3/2021) di Banda Aceh.

Seperti diberitakan sebelumnya AG dan AS ditangkap di Kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, saat itu petugas Wilayatul Hisbah melakukan patroli rutin, sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan pantai, petugas curiga dengan satu unit mobil Avanza.

"Karena kondisi mobil agak gelap dan saat itu mobilnya hidup. Saat didekati petugas lapangan. Terlihat bapak dan ibu ini memang dalam keadaan gamang atau linglung serta salah tingkah seperti orang bersalah. Lalu disuruh turun dari mobil. Lalu diintrogarsi petugas di TKP dan dibawa ke kantor untuk penyelidikan," ungkap Zakwan.

Dari hasil penyelidikan, keduanya mengaku bercium-ciuman dan berpelukan bahkan lebih .

Selain itu terungkap ternyata pasangan ini dulu sudah saling kenal, yakni AS adalah adik kelas AG saat SMP di Sabang, Setelah sekian lama tak jumpa, akhirnya bertemu pada acara reunian.

Nah sejak saat itulah mereka mulai saling tukar nomor telpon seluler dan terus menjalin hubungan selama dua tahun.

Lalu, AS sering ke Banda Aceh untuk menjenguk anaknya yang sedang menempuh pendidikan pada salah satu universitas di Banda Aceh.

"Sebab itu, AS memanfaatkan kesempatan itu untuk bertemu AG. Begitu pun ketika hendak mau kembali ke Sabang, terjadilah perbuatan telarang itu. Naas keduanya digerebek petugas patroli Satpol PP WH Kota Banda Aceh," ujarnya.***

Komentar

Loading...