Breaking News

Terkait Kasus WN Spanyol Ditabrak Boat

Majelis Hakim PN Sabang Vonis Bebas Muchtar Bin Sulaiman

Majelis Hakim PN Sabang Vonis Bebas Muchtar Bin Sulaiman
Said Atah (kanan paling ujung) pada sidang di PN Sabang/Foto IST

 Sabang | Masih ingat Muchtar Bin Sulaiman, terdakwa kasus tewasnya seorang warga negara asing (WNA) di Kota Sabang beberapa waktu lalu? Untuk saat ini dia sudah bisa merasa lega dan bersyukur, karena Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sabang, Selasa (24/3/2020), menjatuhkan putusan bebas terhadap dirinya.

Putusan ini terkait perkara kecelakan boat di laut sehingga seorang warga negara Spanyol, Fransisco Javier Garcia (53) tahun, meninggal dunia saat sedang berwisata di Iboih, Kota Sabang.

Putusan Nomor 9/Pid.B/2020/PN.Sab, dibacakan Fauzi, S.H., M.H (Ketua majelis) dan Syihabuddin, S.H., M.H. serta Junita, S.H (hakim anggota).

20200325-grarcia

Almarhum Fransisco Javier Garcia (Foto: google)

Said Atah SH, kuasa hukum Muchtar Bin Sulaiman, Selasa (24/3/2020) mengatakan. Majelis hakim memutuskan perkara tersebut dengan menyatakan terdakwa Mukhtar Bin Sulaiman tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang.

Lanjut Said Atah, majelis hakim juga membebaskan terdakwa dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Selain itu, putusan majelis hakim Sabang, juga memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya.

Lalu hakim juga menetapkan barang bukti (BB) dikembalikan kepada tedakwa serta membebankan biaya perkara kepada negara dengan jumlah nihil.

Sidang pembacaan putusan tersebut, dihadiri M. Riza, S.H, Jaksa Penutut Umum (JPU) dan Said Atah, S.H, M.H dan T. Fitra Yusriwan, S.H., M.H. selaku penasehat hukum terdakwa.

Menurut Said Atah, dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa Muchtar Bin Sulaiman, tidak memenuhi salah satu unsur Pasal 359 KUHPidana, yaitu unsur “karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati”.

Karena dalam fakta persidangan, terdakwa tidak lalai dan telah benar dalam mengemudikan botnya. Namun pihak korbanlah yang telah lalai dan tidak mematuhi ketentuan berwisata di Iboih-Sabang, yaitu tidak dibenarkan berenang atau snookling melewati batas aman 20 meter dari bibir pantai.

Dan, berdasarkan keterangan para saksi menyatakan, korban telah berenang atau snookling melewati batas aman tersebut.

Sebelumnya, Jaksa Penutut Umum menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan. Sedangkan penasehat hukum terdakwa dalam nota pembelaan (Pledoi) menyatakan, perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur Pasal 359 KUHPidana dan meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari tuntutan dan dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Setelah mendengar putusan majelis hakim, penasehat hukum Muchtar menyatakan menerima putusan tersebut. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum sebut Said Atah, menyatakan pikir-pikir apakah akan menempuh upaya hukum atau tidak terhadap putusan majelis hakim itu.

20200325-gracia2

Seorang warga negara Spanyol, Fransisco Javier Garcia (53), dievakuasi ke rumah sakit di Sabang (Foto: acehportal.com)

Diberitakan sebelumnya, seorang WNA asal Spanyol, Kamis (22/08/2019) sore meninggal dunia di kawasan Wisata Iboih Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Fransisco Javier Garcia (53), diduga terkena baling-baling boat yang biasa membawa para tamu yang dikemudikan Muchtar Bin Sulaiman.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Loading...