Sidang Kasus 50 Kg Narkoba Jenis Sabu

Majelis Hakim PN Lhokseumawe Vonis Terdakwa Hukuman Mati dan Seumur Hidup

Majelis Hakim PN Lhokseumawe Vonis Terdakwa Hukuman Mati dan Seumur Hidup
Terpidana narkoba di PN Lhokseumawe (Foto: Zal P)

Lhokseumawe | Ibnu Sahar (37), Hamdan Syukranlillah (26), Irwandi (27), dan M Arrazi (26), hanya bisa tertunduk lesu, meratap nasib. Maklum, keempat warga Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe itu divonis mati dan seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe.

Ini terkait kepemilikan narkoba jenis sabu sabu. Majelis Hakim PN Lhokseumawe, Mukhtar SH MH (ketua), didampingi Jamaluddin SH MH dan Mukhtari SH MH (anggota) secara sah, terbukti dan menyakinkan, keempatnya memiliki narkoba jenis sabu-sabu.

“Menjatuhkan pidana terhadap Ibnu dengan hukuman mati. Tidak ada keringanan hukum kepada terdakwa Ibnu Hajar yang telah lima kali melakukan tindak pidana. Pidana mati ini sudah sesuai dengan tuntutan JPU,” kata Mukhtar, Kamis, 7 November 2019 di Lhokseumawe.

Terhadap putusan ini, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari Lhokseumawe) Fakrillah mengaku menghormati putusan majelis hakim. Walau Vonis yang dijatuhkan pengadilan terhadap tiga terdakwa lebih ringan dari tuntutan yang diajukan JPU sebelumnya.

Sebab, pada sidang sebelumnya, JPU menuntut keempat terdakwa dengan hukuman pidana mati karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika.

Sidang yang berlangsung pukul 10.12 WIB ini dikawal ketat aparat keamanan setempat.

Kuasa hukum tervonis, Anita Karlina mengatakan, perbedaan vonis itu lantaran Hamdan Syukranlillah, Irwandi dan M Arrazi baru empat kali membawa barang bukti sabu, sehingga dijatuhkan vonis seumur hidup.  Sementara Ibnu Sahar, divonis hukuman mati karena sudah mengangkut barang haram itu, sebanyak lima kali.

“Kami diberikan waktu selama satu pekan. Saat ini kami masih pikir-pikir dulu. Dan kemungkinan besar ke depan akan mengajukan banding,” jelasnya.

Keempat terdakwa ditangkap tim gabungan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan, dan Komando Armada TNI AL I di perairan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, 18 Maret 2019 lalu.

Komentar

Loading...