Kasus 25 Kilogram Narkoba Jenis Sabu

Majelis Hakim PN Lhokseumawe Vonis Empat Terdakwa 18 Hingga 13 Tahun Penjara, Denda Rp 5 Miliar

Majelis Hakim PN Lhokseumawe Vonis Empat Terdakwa 18 Hingga 13 Tahun Penjara, Denda Rp 5 Miliar
Terdakwa di PN Lhokseumawe (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe akhirnya menjatuhkan vonis hukuman 13 tahun hingga 18 tahun penjara disertai denda Rp 5 miliar terhadap empat terdakwa kasus 25 kilogram narkoba jenis sabu.

Keempat terdakwa terlibat penyelundupan sabu 25 kilogram melalui perairan Jamboe Aye, Kabupaten Aceh Utara. Mereka dijatuhi vonis dengan berbeda hukuman.\

Barang bukti 25 kilogram sabu yang ditangkap tim Bea Cukai Lhokseumawe di kawasan Perairan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, ikut dimusnahkan.

Keempat terdakwa sabu-sabu yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Asnawi Idris (AS), Saiful Anwar (AS), Nurdin Kadir (NK) dan Nurdin Yusuf (NU).

Sidang berlangsung di ruangan Garuda terlihat sepi, sebab tidak ada keluarga ataupun sahabat terdakwa yang masuk ke ruangan itu.

Sementara putusan terhadap Asnawi Idris dibacakan terpisah dengan tiga rekannya yang lain.

Majelis Hakim PN Lhokseumawe  Sulaiman M., S.H., M.H (ketua), didampingi M. Yusuf, S.H., M.H., dan Mukhtari, S.H., M.H (anggota), menjatuhkan vonis terhadap Asnawi Idris, yang juga merupakan mantan Panglima Laot Aceh Utara yakni selama 18 tahun dengan denda Rp 5 miliar dan subside selama enam bulan.

Sementara terhadap Saiful Anwar, divonis selama 15 tahun, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya selama 17 tahun, dengan denda Rp 5 miliar serta subside enam bulan.

Kemudian Nurdin Kadir (NK) dan Nurdin Yusuf (NU) majelis hakim menjatuhkan vonis masing-masing 13 tahun dengan denda Rp5 miliar dan subside enam bulan kurungan.

Kuasa Hukum terdakwa, Agung Setiawan mengatakan, Saiful Anwar, Nurdin Kadir, dan Nurdin Yusuf sudah menerima atas putusan yang dibacakan majelis hakim.

“Untuk Asnawi Idris, kita masih pikir-pikir dulu apakah akan banding atau tidak,” kata Agung. Begitu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fakhrillah mengatakan, pihaknya akan memperlajari dulu apa alasan mereka memutuskan dengan hukuman itu. “Kami pikir-pikir dulu selama sepekan,” tuturnya.***

Komentar

Loading...