Majelis Hakim PN Idi Vonis Bebas Oknum Anggota DPRK Aceh Timur, JPU Nyatakan Kasasi

Majelis Hakim PN Idi Vonis Bebas Oknum Anggota DPRK Aceh Timur, JPU Nyatakan Kasasi
Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas, SH. MH (Foto: Ist)

Kota Idi | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Idi Aceh Timur, akhirnya memvonis bebas oknum angggota DPRK Aceh Timurr dari Fraksi PKS Syahrul A Gani yang terjerat kasus narkoba jenis sabu.

Putusan itu dibacakan pada sidang Kamis, 2 Juli 2020 di PN Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Sidang berlangsung secara video conference (vicon) itu dipimpin Apri Yanti, SH. MH (hakim ketua), didampingi Khalid SH dan Irwandi SH (anggota). Dimulai sekitar pukul 14.30 WIB, sementara terdakwa didampinggi kuasa hukumnya Muslim A Gani SH, Dian Yuliani SH, dan Misra Purnamawati SH serta Muhammad Iqbal SH.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur Edi Suhadi, Fajar Adi Putra dan Muliana, menuntut Syahrul A Gani dengan hukuman 9 tahun penjara, denda Rp1 miliar rupiah dan subsidair 6 bulan kurungan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas, SH. MH yang dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Kamis (2/7/2020) sore mengatakan. Pihaknya akan pikir-pikir dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Aceh Timur.

Abun, sapaan akrab Kajari Idi ini menegaskan, masih ada waktu 14 hari untuk menyusun memori kasasi jika melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia. Saat ditanya lebih lanjut tentang tanggapan vonis bebas oleh Majelis Hakim PN Idi, Abun Hasbullah Syambas menyatakan akan melakukan kasasi.

"Kami kasasi ke Mahkamah Agung, namun masah ada waktu 14 hari untuk kami pelajari dulu dan menyusun memori kasasi," tegas Kajari Idi, Aceh Timur, Abun Basbulloh Syambas, SH. MH.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPRK Aceh Timur, Syahrul A. Gani diamankan Sat Narkoba Polres Aceh Timur Rabu, 23 Oktober 2019 lalu. Diduga, terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, ada indikasi dia sengaja dijebak oknum yang ingin menjatuhkan politisi dan wakil rakyat dari PKS ini.

Saat itu, Syahrul ditangkap ketika melintas, menggunakan mobil Toyota Rush di Jalan Medan-Banda Aceh, persis di Desa Titi Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (23/10/2020).

Oknum anggota DPRK ini tercatat sebagai warga Dusun Teladan Gampong Bukit Pala, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Ketika itu, polisi mengamankan barang bukti (BB) tiga paket sabu yang tertempel dengan lakban di bawah jok tempat duduk depan.

JPU Muliana menjelaskan, terdakwa Syahrul A. Gani dijerat Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 112 ayat 2. “Hukuman minimal 6 tahun penjara sedangkan hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati,” ungkap dia.

Sementara itu, Muslim A Gani SH, selaku abang kandung Syahrul A. Gani menyebut, adiknya itu dijebak dan rekayasa.

“Saya selaku abang kandung korban ingin mengklarikasi bahwa penangkapan itu sangat erat kaitannya dengan rekayasa, ada unsur jebakan dalam kasus ini. Kasus ini berawal dari peminjaman mobil adik saya oleh rekannya dari satu partai yang sama Senin (21/10/2019) lalu,” ungkap Muslim A. Gani seperti diwartakan Serambinews.com, Jumat, 25 Oktober 2019.

Unsur jebakan dalam kasus ini jelas Muslim, karena barang bukti narkoba jenis sabu ditemukan polisi tertempel dengan lakban di bawah jok tempat duduk depan.

Padahal, jelas Muslim, mobil Rush tersebut mobil baru dibeli dan tidak ada yang terlakban.

“Sejak dibeli mobil sudah saya periksa. Karena sebelumnya kami sudah mendapatkan informasi bahwa adik saya target yang harus dihabisi dalam tempo tiga bulan dan dia selalu dalam pengawasan saya kecuali saat pergi kerja,” jelas Muslim.

Unsur jebakan lain jelas Muslim, yaitu plastik bekas sabu-sabu yang telah dipakai,  dimasukan dalam saku jaket Syahrul. Saat itu diletakkan di bangku sopir.

“Setelah dibuka dalam bungkusan lakban terdapat dua bungkus berisi benda berbentuk kristal dan serbuk. Satu plastik bekas bungkus ditaruh dalam saku jaket dan seoalah-olah bekas pakai. Kami sangat menyayangkan upaya jebakan ini, karena adik saya tidak pernah mengenal narkoba jenis sabu-sabu apalagi memakainya, dan hal itu terbukti hasil tes urinenya negatif,” ungkap Muslim ketika itu.***

Komentar

Loading...