Breaking News

MA Tolak Permohonan Kasasi Kejaksaan Negeri Aceh Barat

MA Tolak Permohonan Kasasi Kejaksaan Negeri Aceh Barat
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Tidak semua kasus operasi tangkap tangan (OTT) itu bersalah. Sepertinya itulah yang dialami Kepala Dusun, Alinur, Anggota Tuha Peut M. Jamin, Jumadil Ketua Pemuda Dusun Raja Aceh, Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. 

Lihat saja, perkara OTT Polres Aceh Barat yang menimpa tiga aparat Desa Leuhan yang terjadi pada Minggu sore, (16/4/2017) lalu. Kini sudah berakhir. Sebab tiga terdakwa dinyatakan tidak melakukan tindak pidana.

Bahkan, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Kejaksaan  Negeri Aceh Barat.

“Menolak permohonan kasasi dari pemohon Kasasi/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Aceh Barat tersebut,” tulis salinan putusan Mahkamah Agung,  Nomor 1776 K/Pid.Sus/2018 yang diperoleh media ini dari Ketua YARA Aceh Barat Hamdani, Selasa (10/12/2019).

Baca: Ini Penjelasan Jaksa, Polisi dan Pelapor

Berdasarkan putusan MA tersebut, para hakim yang menyidangkan perkara permohonan kasasi Kejaksaan Negeri Aceh Barat, adalah Dr. H. Suhadi, S.H., M.H (Ketua Majelis), hakim anggota Prof. Dr. Krisna Harahap, S.H., Prof. Dr. H. Abdul Latief, S.H., M.Hum dan panitra pengganti Frensita K. Twinsani, S.H.,M.Si., M.H.

Putusan MA yang menolak kasasi permohon tersebut, dilakukan dalam rapat permusyawaratan majelis hakim, Senin, 19 November 2018, dipimpin Dr. Suhadi, S.H.,M.H.

Baca: Alinur: Kami Dijebak!

Selain menolak permohonan kasasi, MA dalam salinan putusannya juga membebankan biaya perkara pada seluruh tingkat peradilan dan pada tingkat kasasi, dibebankan kepada negara.

Sementara itu, berdasarkan petikan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh, nomor 41/Pid.Sus-TPK/2017/PN Bna, mengadili yang menyatakan terdakwa 1 Alinur, terdakwa II M. Jamin dan terdakwa III Jumadil, terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan tindak pidana.

Selain itu majelis hakim juga melepaskan para terdakwa dari segala tuntutan hukum serta memulihkan hak-hak para terdakwa. Bahkan majelis hakim juga menetapkan barang bukti berupa uang Rp 4,3 juta dan satu buku catatan berwarna merah dikembalikan pada para terdakwa.***

Komentar

Loading...