MA Tolak Kasasi JPU, Abi Hidayat Sekum Pesantren Darussalam Bebas

MA Tolak Kasasi JPU, Abi Hidayat Sekum Pesantren Darussalam Bebas
Tim Penasihat Hukum, Kantor Waly & Partners. (Foto: Ist)

Banda Aceh | Mahkamah Agung menolak upaya kasasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas putusan perkara pidana Nomor: 23/Pid.B/2021/PN.Ttn. di Pengadilan Negeri (PN) Tapak Tuan dengan Terdakwa Drs. Hidayat M. Waly (Abi Hidayat) Bin Alm. Prof. DR. Muhibbudin Waly (Sekretaris Umum Ponpes Darussalam), dalam putusan Mahkamah Agung Nomor: 1214 K/Pid/2021 tanggal 24 November 2021. Sebagaimana dimuat di situs Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Sebelumnya JPU pada Kejaksaan Negeri Aceh Selatan merasa keberatan atas putusan PN Tapaktuan yang menyatakan Terdakwa Drs. Hidayat M. Waly tidak terbukti secara sah melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP. "Dan Terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dan direhabilitasi nama baiknya," kata Juru Bicara Penasehat Hukum dari Kantor Waly & Partners, Rizki Darmawan, S.H dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Itu sebabnya JPU mengajukan kasasi melalui PN Tapaktuan pada 28 Juni 2021. Menanggapi kasasi JPU, tanggal 26 Juli 2021, Tim Penasihat Hukum Terdakwa, Drs. Hidayat M. Waly Zulkifli, S.H., Pujiaman, S.H, dan Rizki Darmawan, S.H, juga mengajukan kontra memori kasasi yang membantah argumen dan pendapat JPU tersebut. 

"Mahkamah Agung kemarin tanggal 24 November 2021 telah memutuskan bahwa permohonan kasasi JPU ditolak. Artinya putusan Pengadilan Negeri Tapaktuan yang menyatakan Drs. Hidayat M. Waly tidak bersalah secara sah dan meyakinkan sudah tepat," jelas Rizki Darmawan, S.H. 

Pihaknya mengapresiasi putusan tersebut, karena PN Tapaktuan yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut telah memutuskan sesuai dengan fakta persidangan.

Sebelumnya Abi Hidayat dilaporkan oleh Sahal Tastariwal  selaku Ketua Umum MPTTI di Polres Aceh Selatan pada bulan September 2020 dengan dugaan Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP terkait dengan kejadian ricuh di Pesantren Darussalam pada tanggal 25 Agustus 2020, Selasa malam.

Dalam sidang dengan agenda Putusan pada hari Rabu tanggal 16 Juni 2021 Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan memutuskan bahwa Drs. Hidayat M. Waly Bin Alm. Prof. DR. Muhibbudin Waly tidak terbukti secara sah melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP, karenanya Terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan.***

Komentar

Loading...