Dibalik Kasus Sodomi di Toilet Masjid Islamic Centre Lhokseumawe

MA Mengaku Imingi Hadiah dan Korban dari Pelaku Lain

MA Mengaku Imingi Hadiah dan Korban dari Pelaku Lain
Ilustrasi korban sodomi (Foto: Posmetro Padang)

Lhokseumawe I Ternyata, kasus dugaan sodomi yang tertangkap di toilet Masjid Islamic Centre Gampong Simpang Peut, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, memiliki motif berantai. 

Diduga, pelaku berjanji (mengimingi) sejumlah korban dengan hadiah. 

Hal itu terungkap pasca tertangkapnya pelaku yang sedang menyodomi korbannya di dalam toilet masjid, Minggu (30/5).  Lalu warga menggiring pelaku dan korban bersama barang bukti  ke Polsek Banda Sakti. 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arifin mengatakan. Kasus tersebut akhirnya diserahkan ke Mapolres Lhokseumawe agar dapat ditangani unit PPA Polres setempat. 

Begitupun, muncul pengakuan mengejutkan dari sejumlah korban, terkait perlakuan dari tersangka. 

Kapolsek menyebut, korban mengaku awalnya didekati pelaku karena tergiur iiming-imingi hadiah mainan dan lainnya. 

Akibatnya, perbuatan itu berlanjut terjadi sampai delapan kali dilakukan terus oleh pelaku ditempat yang sama yakni toilet masjid. 

Sayangnya, korban yang tak juga mendapat hadiah yang dijanjikan. Sebaliknya, malah mendapat ancaman dari pelaku agar tidak menceritakan kepada orangtua atau orang lain. 

“Korban awalnya sempat diiming-imingi hadiah mainan oleh pelaku. Selain itu, korban juga mendapat ancaman dari pelaku agar tidak menceritakan perbuatan pelaku pada orangtua dan orang lain,” ujarnya.

Di sisi lain, MA (pelaku) justru membuat pengakuan ironis. Dia mengaku bahwa, dirinya juga korban sodomi dari pelaku lainnya atau akrab dipanggil; Cek Him. 

Sehingga terkesan pelaku melakukan perbuatan itu karena belajar dan menjadi korban sodomi dari pelaku lainnya.  Itu sebabnya, tidak menutup kemungkinan masih ada korban dan pelaku lainnya dari kasus ini. 

Kapolsek juga mengaku, terkait pengakuan korban dan pelaku tadi, pihaknya tidak dapat mendalaminya secara detil karena kasus dengan korban anak dibawah umur. Karena itu harus diserahkan ke Mapolres Lhokseumawe agar dapat ditangani unit PPA Polres setempat. 

“ Saya juga tidak tahu mainan seperti apa yang dijanjikan pelaku pada korban. Pelaku juga mengaku korban sodomi. Karena  kasus ini akan ditangani Unit PPA Polres Lhokseumawe,” jelas dia.***

Komentar

Loading...