Breaking News

Tanggapi Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Aceh

M. Rizal Fahlevi Kirani: Pemerintah Aceh Saat Ini Hampir Tidak Melakukan Apa-apa

M. Rizal Fahlevi Kirani: Pemerintah Aceh Saat Ini Hampir Tidak Melakukan Apa-apa
Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M. Rizal Fahlevi Kirani. (Foto: acehpress.com)

Banda Aceh | Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M. Rizal Fahlevi Kirani menanggapi kekhawatiran Kadinkes Aceh, dr. Hanif atas perkiraan lonjakan kasus Covid-19 menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H mendatang.

Baca: Kadinkes Aceh Khawatir Akan Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 Menjelang Idul Fitri

“Sebenarnya dari dulu sudah ada skemanya, protokol kesehatan tetap dijalankan dan perbatasan kita dijaga, tidak ada yang boleh keluar masuk (Aceh) sembarangan,” ujar Fahlevi melalui via telepon, Rabu (21/4/2021).

Ia menjelaskan, perbatasan yang harus dijaga, tidak boleh ada aktivitas mudik dari luar daerah masuk ke Aceh menjelang Idul Fitri.

Selain itu Satgas Covid-19 harus bekerja maksimal dalam menurunkan angka penularan Covid.

Fahlevi menilai Pemerintah Aceh saat ini hampir tidak melakukan apa-apa dalam menangani kasus Covid-19.

“Kemudian kita juga tidak mampu menjelaskan kepada masyarakat bahwa Covid tersebut masih ada, bahkan masyarakat Aceh saat ini tidak percaya lagi dengan Covid,” tegas Fahlevi.

Ketidakpedulian tersebut menurut Fahlevi merupakan dampak dari ketidakmampuan Pemerintah Aceh dalam hal ini Satgas Covid-19, meyakinkan masyarakat Aceh. 

Padahal menurutnya tren positif Covid masih meningkat di Aceh. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Aceh, kasus positif Covid-19 bertambah lagi menjadi 52 orang pada Selasa (20/4/2021).

Tercatat kasus Covid-19 di Aceh sudah sebanyak 10.365 kasus. Penyintas sembuh sebanyak 8.864 orang, pasien dirawat sebanyak 1.087 orang dan kasus meninggal dunia sebanyak 414 orang.

Ia juga menyebut, selain menggalakan vaksinasi dan protokol kesehatan, di masyarakat harus ada social distancing agar penyebaran virus Covid-19 terhambat.

Menurutnya percuma jika skema tersebut ada namun pusat perbelanjaan, warung kopi, serta tempat-tempat umum lainnya masih ramai.

Fahlevi mengibaratkan Aceh sebagai rumah yang memiliki pagar, saat ini pagar tersebut yang ia ibaratkan sebagai perbatasan agar ditutup bagi orang dari luar Aceh, namun orang rumah masih dapat bepergian di sekitar rumah, dengan catatan bahwa Pemerintah Aceh sudah mampu memastikan tidak ada lagi transmisi lokal virus Covid-19.***

Komentar

Loading...