Luput dari Perhatian Pemerintah

Jembatan di Aceh Utara Terancam Ambruk

Jembatan di Aceh Utara Terancam Ambruk
ist
Penulis
Rubrik

Aceh Utara | Jembatan penghubung antara Kecamatan Baktiya Barat dengan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sudah tiga tahun lalu patah dan terancam ambruk. Namun, hingga kini tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara maupun Pemerintah Aceh.

Jembatan itu terletak di Gampong Matang Sijuk Teungoh, Kecamatan Baktiya Barat, merupakan satu-satunya jembatan yang bisa di akses warga dan siswa-siswi pergi ke sekolah yang terletak di Kecamatan.

Aris Kismullah, siswa MAN 1 Aceh Utara yang juga warga setempat mengatakan. Jembatan tersebut sudah beberapa tahun patah dan kondisinya sangat memprihatinkan. Katanya, ketika melewati jembatan itu, dia selalu merasa was-was karena takut jembatan ambruk. Lagi pula, sungainya sangat dalam. “Mau tidak mau terpaksa kami lewati jembatan ini, karena tidak ada jembatan lain, “ kata Aris Kismullah di lokasi jembatan, Senin, (16/10/17).  

Ceritanya, waktu pertama patah, jembatan itu sangat miiring dan tidak bisa dilewati lagi. Kerena tidak ada akses lain, warga setempat berinisiatif menimbun pasir di atas jembatan, agar tidak langsung bersentuhan dengan air sungai. Sehingga bisa diperguanakan. “Karena ini satu-satunya jembatan yang bisa di akses, mobil juga naik jembatan ini. Jadi tinggal tunggu waktu saja roboh, “ ulasnya.

Seorang warga lain bernama Alan mengaku. Sejak jembatan itu roboh, belum ada dinas terkait dari Pemkab Aceh Utara turun melihat kondisi jembatan itu. Padahal, warga bersama kepala desa setempat sudah membuat laporan pada kecamatan. Namun belum ada tindak lanjut. “Kami harap, dinas terkait untuk memprioritaskan perbaikan jembatan itu, karena anak-anak SD juga lewat jembatan ini. Takut nanti bisa jatuh ke sungai.” Ujarnya. ***

 

Komentar

Loading...