BNN Pusat Serahkan BB dan Tersangka Kasus Narkoba ke Kejari Aceh Utara

Lima Tersangka 80 Kilogram Sabu Aceh Timur Dituntut Mati

Lima Tersangka 80 Kilogram Sabu Aceh Timur Dituntut Mati
Foto: MODUSACEH.CO

Aceh Timur | Lagi, sedikitnya lima orang tersangka narkoba jenis sabu dan ekstasi dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Idi, yang berlangsung pada Rabu (19/5/2021).

Kelima tersangka itu masing-masing N (25), warga Alue Bugeng, Peureulak Timur, KM (23) Kelahiran Alue Bugeng, Alamat Blang Seunibong, Langsa Kota, AS (33) warga Alue Bugeng, Peureulak Timur, serta AB (28) warga Gampong Mutia, Langsa Kota dan L (40) warga Desa Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama.

Adapun Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur yang hadir pada sidang yang berlangsung secara virtual itu yakni, Fakhrur rozi, SH, Cherry Arrida, SH serta, M. Iqbal Zakwan, S.H.

Sidang itu dimulai sejak pukul 14.30 hingga pukul 13.00 WIB, dan dipimpin oleh Majelis Hakim, Apriyanti SH MH sebagai ketua,  serta Irwandi SH dan Zaki Anwar SH sebagai anggota.

"Kelima tersangka yang dituntut hukuman mati itu terlibat kasus narkoba jenis sabu dan ekstasi seberat 80 kilogram yang ditangkap oleh tim Satnarkoba Polda Aceh pada 2020 lalu," sebut Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Semeru SH MH yang turut didampingi oleh Kasi Pidum Ivan Najjar Alavi SH MH dan Kasi Intel Andi Zulanda SH MH pada Rabu (19/5/2021), sore.

Lebih lanjut Kajari Aceh Timur ini menuturkan, terdakwa dihadapkan ke depan persidangan dengan dakwaan melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dan Subsidiair Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Adapun Barang-bukti yang turut diamankan pada saat penangkapan itu yakni, 4 karung goni warna putih yang didalamnya berisikan 70 bungkus narkotika jenis sabu, yang dibungkus dengan kemasan teh Cina merk Chinese Pin Wei warna hijau, dan 11 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan Kemasan Teh Cina Merk Guanyingwang warna hijau. 

Selain itu, turut diamankan 10 bungkus narkotika jenis extasi warna merah jambu, dan 10 bungkus narkotika jenis extasi (MDMA) warna hijau yang dibungkus dengan plastik warna bening.

"Barang bukti lainnya yang turut diamankan yaitu, 1 unit Bot jenis Dompeng,1 unit mobil Honda Jazz warna Hitam No. pol BK 1541 SA, 1 unit mobil merk Toyota Innova, warna putih dengan No. Pol. : BK 1055 RN, serta 1 unit mobil Suzuki Ertiga warna putih BK 1047 EM. Serta 9 unit Hp dari berbagai merek," ujar Kajari Aceh Timur Semeru.

Usai mengikuti sidang, kelima tersangka yang dituntut hukuman mati itupun lalu dikembalikan ke sel tahanan pada Lapas Kelas II B Idi, Aceh Timur.

Sementara itu, Jaksa Kejari Aceh Utara, Rabu, 19 Mei 2021 menerima penyerahan tiga tersangka kasus narkoba dari BNN Pusat. Mereka adalah Has, Mir dan Miz serta barang bukti (BB).

Diduga, para tersangka telah mengusai narkotika jenis sabu seberat 31.563 (tiga puluh satu ribu lima ratus enam puluh tiga) gram yang dibungkus dalam bungkus Teh China dengan cara ditanam tersangka Has atas perintah dari Mir dan dia mendapat perintah tersangka Miz.

Penangkapan para tersangka dilakukan BNN RI (Pusat), Senin (18/01/2021) di satu tambak Dusun Matang Ulim Desa Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Penyidik dari BNN turut menyerahkan barang bukti (BB) berupa satu amplop cokelat berisikan 30 (tiga puluh) bungkus sisa uji laboratorium BNN dengan berat sekira 19,727 (sembilan belas koma tujuh ratus dua puluh tujuh) gram. Satu cangkul, satu KTP atas nama Has. Satu kartu ATM BRI Syariah dan satu buku tabungan BRI Syariah atas nama Intan Suryani.

Tak hanya itu, ada juga satu unit Handphone Redmi warna Hijau Tosca dengan Nomor SIM Card +62852 1235 0795 yang disita dari tersangka Has. Satu unit Handphone merk Nokia warna Hitam dengan Nomor Sim Card +62853 6285 6257. Satu buah KTP Miz, satu buah buku tabungan BRI Syariah dengan Nomor Rekening 1049 76 0163 yang disita dari tersangka Mir.

Ada juga satu unit Handphone merk Iphone warna Hitam berikut SIM Card Nomor +62823 1770 8549, satu unit Handphone lipat merk Samsung warna Hitam berikut SIM Card Nomor +62853 6285 1364. Satu unit Handphone merk Xiaomi warna Hitam berikut SIM Card Nomor +62822 4213 4800, satu kartu ATM BCA Nomor 6019009504587814, satu kartu ATM BRITAMA Nomor 5326595010233463, satu kartu ATM BNI Nomor 5198930900055541 dan satu KTP Mizalzulmi.

Kini, tersangka dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan IIB Lhoksukon untuk menjalani masa tahanan dari Jaksa Penuntut Umum.***

 

Komentar

Loading...