Lima Prospek Positif Bank Aceh Saat Jalankan Sistem Syariah

Lima Prospek Positif Bank Aceh Saat Jalankan Sistem Syariah
Rubrik
Banda Aceh | Operasional Bank Aceh menjadi Bank Umum Syariah (BUS) tinggal menunggu  pelaksanaan. Proses penyiapan perizinan, kapasitas Sumber Daya Manusia dan infrastruktur IT telah  rampung dijalankan. "Kita sedang hitung mundur untuk operasional total sistem syariah," kata  Corporate Secretary Bank Aceh Amal Hasan saat tampil dalam acara Bincang-bincang Bersama Jurnalis
dan Launching Jurnalis Ekonomi Syariah, di Ballroom Hermes Palace, Banda Aceh, Senin (22/8/2016).

Menurut Amal, ada lima potensi besar saat Bank Aceh telah menjadi BUS. Pertama, katanya, Konversi  Bank Aceh memiliki double impact yakni tumbuhnya aset perbankan syariah sebesar tumbuh 20 triliun.  "Sebaliknya, konvensional akan berkurang Rp 20 triliun," katanya.

Kedua, lanjut Amal, Bank Aceh sangat berpontesi berkembang pesat lantaran Aceh merupakan pangsa pasar syariah terbesar di Indonesia. "Ketiga, bisa menjadi kiblat ekonomi syariah nasional," katanya.

Selanjutnya, bisnis Bank Aceh akan menjadi yang terbesar setelah Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, BRI Syariah dan BNI Syariah. "Konversi juga berpotensi menjadikan Bank Aceh sebagai Pengelola Dana Haji kelima terbesar," katanya.

Menurut Amal, berdasarkan survei yang lakukan internal Bank Aceh menghasilkan sebanyak 97 persen nasabah akan tetap setia jika Bank Aceh menjadi BUS. "Hanya 3 persen yang tidak. Begitu kita telusuri lagi, yang 3 persen ini ada di Kuta Cane, Aceh Tenggara," jelasnya. 

Menurut Amal, proses konversi Bank Aceh ini tak lepas dari peran semua pihak. Tak terkecuali BNI Syariah. "Sejak awal kita berproses, pada BNI Syariah kita berguru. Apa yang kita dapat, kita realisasikan dan hampir selesai. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Bank Aceh akan syariah," katanya.***

Komentar

Loading...