Lima Camat Berstatus Plt

Ketua Fraksi Golkar Minta Bupati Pidie Segera Tetapkan Definitif

Ketua Fraksi Golkar Minta Bupati Pidie Segera Tetapkan Definitif
T. Saifullah

Sigli | Pemerintah Kabupaten Pidie dinilai sebagai spesialis pemberian Pelaksana Tugas (Plt) terhadap sejumlah pejabat di daerah ini. Buktinya, dari 23 Camat yang ada, 5 diantaranya berstatus Plt atau belum defenitif.

Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar), Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Teuku Saifullah.TS mengungkapkan hal itu kepada MODUSACEH.CO, Selasa (12/5/2020) di Kota Sigli.

Lanjut dia, jika status tersebut belum diselesaikan atau definitif, dikhawatirkan para keuchik yang di kecamatan itu akan kesulitan mengajukan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG).

"Karena saat ini dananya digunakan untuk penanganan Covid-19," tegasnya.

Menurut T. Saifullah, ada lima kecamatan yang camatnya masih Plt yaitu, Kecamatan Mutiara, Keumala, Padang Tiji, Kembang Tanjong dan Kecamatan Glumpang Baro, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekretariat Baitul Mal.

"Ini saya khawatir akan terkendala pada administrasi SKPK dan Camat," paparnya.

Itu sebabnya, T. Saifullah mempertanyakan kenapa Pemkab Pidie sampai saat ini belum melantik pejabat definitif. Termasuk lima Camat. "Jangan main-main harus segera didefinitifkan agar roda pemerintah berjalan lancar," pintanya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Pidie Farizal saat dihubungi MODUSACEH.CO, Selasa (12/5/2020) mengatakan, ada lima Camat belum didefinitifkan, seperti Camat Keumala, Mutiara,Kembang Tanjong, Glumpang Baro dan Camat Padang Tiji. "Jadi mereka masih sebagai Plt," jelasnya.

Fadhlullah T.M. Daud

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah T.M. Daud, kepada MODUSACEH.CO, Selasa (12/5/2020), mengakui memang jabatan Plt banyak kendala dan saat ini sedang digodok. Jika sudah siap nanti langsung dilantik. "Sedang dalam proses penentuan siapa orangnya, baru dilantik," jelasnya.

Lanjut Wabup, ada dua Kepala Bagian, (Kabag) di lingkungan Sekdakab Pidie yang juga masih Plt. Seperti Kabag Organisasi dan Kabag Ekonomi. Terkadang ada yg menjabat tidak efektif, seperti eselon II butuh proses dan harus dibentuk panitia seleksi, (Pansel). "Hanya saja menunggu waktu yang tepat untuk melantik," paparnya.***

Komentar

Loading...