Breaking News

Liga 2: Pemain Asal Aceh Jadi Penerjemah Spanyol di Persijap

Liga 2: Pemain Asal Aceh Jadi Penerjemah Spanyol di Persijap
Faumi Syahreza (kostum merah). (bola.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
bola.com

Jepara | Persijap Jepara jadi salah satu tim Liga 2 yang berani mendatangkan pelatih aasal Brasil, yakni Fernando Sales. Tentu saja, keputusan manajemen mendatangkan pengganti Liestiadi Sinaga itu butuh banyak pertimbangan, termasuk adaptasi dan juga bahasa keseharian. Meski demikian, komunikasi pelatih berlisensi A UEFA tak mengalami kendala mengingat dia didampingi Direktur Teknik, Carlos Raul Sciucatti, yang berasal dari Argentina.

Tak hanya itu, tim Laskar Kalinyamat juga memiliki penerjemah lain, yakni gelandang muda Faumi Syahreza. Tak hanya jadi jenderal lini tengah Persijap, mantan pemain Persiraja Banda Aceh itu lihai berbicara bahasa Spanyol. Di tim Persijap, kemampuan Faumi berbahasa Spanyol berguna saat sang pelatih memberikan instruksi. Walau sang pelatih memakai bahasa Portugal, ada banyak kosakata yang mirip bahasa Spanyol.

Keahlian itu diperlihatkan saat dia menerjemahkan instruksi Fernando di ruang ganti sebelum uji coba melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Sabtu (4/6/2017). Faumi mengaku, kepiawaian berbahasa asing didapat saat dirinya menjalani program pembinaan di Paraguay selama tiga tahun, medio 2008-2011.

''Saat masih SMA, saya ikut program pebinaan Pemerintah Aceh di Paraguay selam tiga tahun. Jadi di sana berlatih sepak bola dan juga sekolah. Dari situlah saya belajar bahasa Spanyol dalam keseharian,'' ungkap Faumi saat berbincang di Mes Persijap, Selasa (6/6/2017).

Pemain kelahiran Krueng Baru, Aceh 29 Maret 1993 itu bercerita, ada sekitar 30-an pemain yang mengikuti program tersebut. Diantaranya dua penggawa Mitra Kukar, Zikri Akbar dan Syahrizal, lalu Jalwandi (Cilegon United), Andri Muliadi (Persebaya Surabaya), serta Bryan Muharam (Persih Tembilahan). Mayoritas pemain, diakuinya masih aktif membela klub masing-masing, sementara lainya melanjutkan kuliah dan mengembangkan karir di luar sepak bola.

''Banyak hal yang didapat dari program itu, termasuk belajar menguasai bahasa asing yakni Spanyol. Apalagi itu sangat penting karena beberapa klub juga menggunakan jasa pemain dan pelatih dari Amerika Latin,'' ujar pemain 24 tahun.

Kini, Faumi fokus membela Persijap. Meski jauh dari keluarga yang berada di Bumi Serambi Mekah, namun dirinya bertekad fokus dan memberikan yang terbaik untuk tim kebanggaan publik Kota Ukir.

''Sekarang saya ingin tampil konsisten setiap pertandingan. Apalagi seluruh pemain termasuk saya bertekad membawa Persijap menembus kompetisi Liga 1 musim depan,'' tandas pengidola Bastian Schweinsteiger.***

Komentar

Loading...