Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Dugaan Proyek Bermasalah di Kemenag Aceh

Langkah Zig Zag PT. Supernova dan PT. Krueng Peusangan

Langkah Zig Zag PT. Supernova dan PT. Krueng Peusangan
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Kejari Banda Aceh menetapkan dua tersangka kasus proyek perencanaan Kantor Kanwil Kemenag Aceh, yakni  PPTK Yuliardi dan Direktur Supernova Hendra Saputra selaku rekanan perencanaan pembangunan gedung baru. Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh masih dimintai keterangan sebagai saksi.

Nah, jika terbukti melakukan penyimpangan terhadap proyek tersebut, bukan mustahil langkah Yuliardi dan Hendra Saputra atau bahkah Daud Pakeh melangkah ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Banda Aceh (baca; Usai Diperiksa Kejari. Ini Tanggapan Daud Pakeh). Lantas, sebagai rekanan pembangunan gedung baru Kanwil Kemenang Aceh, seperti apa sepak terjang PT. Supernova? Tentu, tak ada asap bila tidak ada api. Proyek perencanaan tahun anggaran 2015 ini, menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2016. Ini temuan untuk sekian kalinya pekerjaan bermasalah yang dikerjakan PT Supernova Jaya Mandiri.

Data yang dimiliki media ini, temuan tadi itu diketahui berdasarkan surat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Agama Nomor R-5790/SJ/B.IV.4/PS.00/08/2016. Isinya, meminta Kepala Kanwil Kemenag Aceh untuk menindaklanjuti temuan BPK RI No.24B/LHP/XVIII/2016 tanggal 16 Mei 2016. Dalam surat tersebut, Sekjen Kementrian Agama meminta Kepala Kanwil Kemenag Aceh untuk memerintahkan bendahara, PPK, pejabat penguji tagihan dan pejabat penandatangan SPM supaya lebih cermat dalam memproses tagihan pembayaran. Tindak lanjut pertanggungjawaban dokumen oleh Kakanwil Kemenag harus disampaikan kepada BPK RI melalui Irjen paling lambat 30 hari sejak surat tersebut diterima.

Sebelumnya, BPK RI juga pernah menyurati Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Aceh. Surat bernomor 10/LK-Kemenag.Subtim 5/02/2016 tersebut menerangkan temuan pemeriksa tahap pertama atas pemeriksaan laporan keuangan Kementrian Agama Tahun Anggaran 2015. Tak hanya itu, surat tanggal 22 Februari 2016 itu, BPK menyimpulkan ada tujuh poin ketidakpatuhan intern terhadap peraturan perundang-undangan. Dari tujuh temuan tersebut, salah satunya biaya personil pekerjaan Perencanaan Pembangunan Kantor Kanwil Kemenag Aceh Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp739.699.900 tidak dapat diyakini kewajarannya.

PT SJM juga ikut disebut dalam audit keuangan Kanwil Kemenag Aceh Tahun Anggaran 2011. Dalam audit yang diumumkan 2012, auditor BPK menemukan kesalahan mekanisme penunjukan langsung rekanan Pembangunan Lanjutan Kantor Kanwil Kemenag Aceh dan kelebihan pembayaran sebesar Rp95.406.902. Mekanisme penunjukan langsung PT Kuala Peusangan sebagai kontraktor pelaksana pembangunan gedung dengan Pagu Rp5.904.792.000 tahun 2011 melanggar Perpres 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Sementara PT Donya Lestari Consultant ditunjuk sebagai konsultan pengawas (Baca liputan selengkapnya pada edis cetak, Tabloid MODUS ACEH, 12 Juni 2017).***

 

 

 

Komentar

Loading...