Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan Lima Penyelenggara Pemilu

Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan Lima Penyelenggara Pemilu
Sidang DKPP terhadap kode etik penyelenggara pilkada 2017 (goaceh.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
okezone.com

JAKARTA | Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan lima penyelenggara pesta demokrasi di daerah. Masing-masing satu orang dari Panwaslih Provinsi Aceh, Panwas Kabupaten Dogiyai, Papua. Lalu PPS Motabang, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, PPS Tiyuh Penumangan, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung dan PPS Rejo Binangun, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Vonis dijatuhkan dalam sidang dengan agenda pembacaan sebelas Putusan, Kamis (6/4/2017). Sebanyak lima penyelenggara Pemilu tersebut terbukti melanggar kode etik penyelenggaraan pesta demokrasi. Hakim Ketua Jimly Asshiddiqie mengatakan, putusan DKPP bersifat final dan mengikat. Namun putusan tersebut tidak bisa dijadikan objek perkara di pengadilan lain. “Seseorang yang melanggar kode etik belum tentu melanggar hukum,” kata Jimly.

Selain vonis pemberhentian, DKPP juga menjatuhkan sanksi berupa peringatan terhadap delapan penyelenggara Pemilu. Masing-masing satu orang dari KPU Kabupaten Lampung Barat, KPU Kabupaten Manggarai Barat, dan Panwas Kabupaten Dogiyai, serta lima orang dari PPS Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Sementara penyelenggara Pemilu yang tidak melanggar kode etik, DKPP merehabilitasi nama baiknya. Mereka adalah lima dari komisioner KPU Lampung Barat, sepuluh orang dari KIP dan Panwaslih Kabupaten Pidie, lima komisioner dari KIP Kabupaten Aceh Singkil, dua orang dari Panwas Kabupaten Dogiyai, dan satu komisioner dari KIP Kabupaten Aceh Tenggara.

Berikut daftar penyelenggara Pemilu yang diberhentikan tetap:

1. Irfansyah, anggota Panwaslih Provinsi Aceh

2. Masri K. R, Ketua PPS Tiyuh Penumangan, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

3. Rambli Lihawa, anggota PPS Besa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow.

4. Eko Prayetno, ketua PPS Desa Rejo Binangun, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung

5. Hengki Wakei, ketua Panwaslu Kabupaten Doigyai.***

Komentar

Loading...