Refleksi Setahun Saifannur-Muzakkar

Lahan Belum Tersedia, IPDN dan Rumah Sakit Regional Terancam Batal

Lahan Belum Tersedia, IPDN dan Rumah Sakit Regional Terancam Batal
Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, H. Saifannur dan Muzakkar A. Gani (foto: dok.MODUS ACEH)
Penulis
Rubrik

Bireuen | Sejak lantik menjadi Bupati Bireuen pada 10 Agustus 2017 lalu, H Saifannur langsung menyampaikan program unggulannya, yaitu pendirian dan pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan rumah sakit regional.

Namun setahun memasuki usia kepimpinannya itu, harapan terbangunnya IPDN dan rumah sakit regional masih nihil. Padahal pihak DPRK Bireuen telah menyetujui anggaran Rp 25 miliar.

Menyangkut tentang IPDN dan rumah sakit regional yang belum kunjung tiba ini, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad, Rabu, 15/8/2018 mengatakan. Penentuan titik lokasinya oleh Direktur IPDN Jatinangor, Bandung beserta Kemendagri. Namun, hingga saat ini belum mendapat informasi dimana lokasi yang pasti pembangunan tersebut. “Titik yang akan dipakai oleh mereka belum ada, jadi tanah untuk lokasinya belum dibebaskan. Walaupun begitu uang masih utuh Rp20 milir untuk IPDN dan Rp 5 miliar untuk pengadaan lahan rumah sakit regional,” kata Ridwan Muhammad.

20180815-ipdn

Ilustrasi Mahasiswa IPDN (foto: google.com)

Disebut-sebut IPDN itu akan dipindahkan ke daerah lain,  kemungkinan ke Aceh Besar karena di sana sudah tersedia lokasi. ”Saya dengar akan pindah, sepertinya Saifannur plimplan menentukan lokasi lahan IPDN,” kata Anwar warga Kota Juang. Kata Anwar bila ini memang terjadi maka pembangunan IPDN dan rumah sakit regional bakal terancam batal. ”Jadi Saifannur hanya ngomong belaka, padahal tak mampu,” ujarnya.***

Komentar

Loading...