Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Lab Wuhan Diduga Ajukan Paten Pembiakan Kelelawar Sebelum COVID-19 Merebak

Lab Wuhan Diduga Ajukan Paten Pembiakan Kelelawar Sebelum COVID-19 Merebak
Fakta terbaru soal asal-usul COVID-19. (Foto: Getty Images/Lauren DeCicca)
Penulis
Rubrik
Sumber
detik.com

Jakarta | Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus Corona COVID-19 'sangat tidak mungkin' berasal dari laboratorium di Wuhan, China, Wuhan Institute of Virology (WIV). Beberapa kemungkinan lain percaya termasuk menyebarnya COVID-19 melalui makanan beku impor masih terus dipelajari.

Namun, WIV ini diduga telah mengajukan hak paten terkait sistem 'kandang pemeliharaan kelelawar' dan 'pembiakan buatan', sekitar 12 bulan sebelum COVID-19 muncul untuk pertama kalinya.

Dikutip dari laman Daily Mail, WIV telah mendaftarkan permohonan paten untuk 'kandang pemeliharaan kelelawar' tersebut pada Juni 2018 lalu. Kandang itu disebut bisa membuat kelelawar tumbuh dan berkembang biak secara buatan. Izin paten tersebut pun diberikan pada Januari 2019, tepat sebelum kasus COVID-19 pertama dilaporkan.

Selain itu, WIV juga mendaftarkan permohonan paten lainnya terkait 'metode pembiakan buatan kelelawar liar' pada 16 Oktober 2020. Dalam paten tersebut, terdapat pembahasan terkait penularan SARS-Cov lintas spesies dari kelelawar ke manusia maupun hewan lainnya.

"Kelelawar yang terinfeksi virus secara alami atau buatan tidak memiliki gejala klinis yang jelas, dan mekanismenya tidak diketahui," tulis laporan tersebut yang dikutip dari Daily Mail, Senin (15/2/2021).

Pada April 2020 lalu, WIV membantah tuduhan yang mengatakan laboratorium Wuhan ini mengembang biakkan kelelawar hidup. Hal ini juga dipertegas dengan jawaban dari ahli zoologi dari Inggris sekaligus tim investigasi WHO Peter Daszak yang mengklaim bahwa lembaga penelitian negara tersebut tidak menyimpan kelelawar.

"Setelah pengambilan sampling, semua kelelawar dilepas kembali ke gua. Ia adalah langkah konservasi dan jauh lebih aman daripada membunuhnya atau menyimpannya di laboratorium," kata Daszak.

Daszak juga kembali mengulangi klaimnya terkait kelelawar pada Desember lalu. Ia mengatakan tidak ada bukti adanya kelelawar hidup ataupun mati di laboratorium tersebut.

Pada kesempatan berbeda, seorang konsultan intelijen open-source Charles Small yang telah mempelajari asal-usul COVID-19 dan menemukan paten tersebut mengatakan WIV membiakkan kelelawar untuk kebutuhan penelitian eksperimen.

"WIV menggambarkan penangkapan kelelawar liar di gua-gua gunung dan membiakkannya di kandang yang telah dipatenkan untuk digunakan sebagai model hewan di eksperimen scientific. Mereka menyebut telah menginfeksi kelelawar dengan virus secara artifisial," jelas Small.

Metode penanganan kelelawar yang dipatenkan WIV ini diketahui membawa virus Corona SARS, setiap hari pada waktu makan dan berisiko membuat virus Corona meluap.***

Komentar

Loading...