Kursi Panas Wakil Ketua DPRK Simeulue

Rosnidar Mahlil dan Poni Harjo Belum Sejalan

Rosnidar Mahlil dan Poni Harjo Belum Sejalan

Simeulue | Kursi Wakil Ketua I, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue Periode 2019-2024 hingga kini masih panas. Maklum, kursi yang saat ini diduduki Poni Harjo ini, diduga masih belum lepas dari kenangan  Rosnidar Mahlil.

Diduga, belum adanya kata sepakat dan berdamai sesama kader Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) itu, disebabkan gesekan antara keduanya untuk menduduki jabatan wakil ketua di parlemen kabupaten kepulauan itu.

Sempat muncul penolakan dari berbagai kader partai besutan Wiranto di Kabupaten Simeulue itu. Mulai dari PAC hingga DPC Partai Hanura. Jabatan strategis di dunia politik itu berhasil diraih Poni Harjo melalui mandat dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai HANURA Aceh.

Alasannya, setelah melakukan uji kelayakan serta berbagai pertimbangan partai. Poni Harjo dianggap lebih pas duduk di kursi Wakil Ketua DPRK tadi ketimbang Rosnidar Mahlil.

Begitupun, meski gagal menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Simeulue. Rosnidar Mahlil, saat ini mendapat kepercayaan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai HANURA Simeulue Periode 2019-2024.

Nah, apakah selesai sampai di sini permasalahan tersebut? Jawabnya belum. Lihat saja, diduga hingga saat ini antara keduanya belum saling melakukan komunikasi, baik sesama anggota DPRK maupun dalam internal partai.

Contohnya, pada acara rapat kerja partai yang dilakukan tanggal 04 Januari 2020 lalu. Rapat yang dipimpin Rosnidar Mahlil tadi, tidak dihadiri Poni Harjo, selaku anggota Partai HANURA dan anggota DPRK Simeulue.

"Bukannya saya tidak hadir, tapi undangannya terlambat diantar. Besok pagi mau rapat sorenya baru diantar undangan, sedangkan saat itu saya sudah pergi ke kampung," kata Poni Harjo, Selasa, 14/01/2020.

Dikatakan Poni Harjo, pada hari rapat partai, salah seorang Anggota DPRK Simeulue dari Partai HANURA Rita Diana menghubunginya dan mengatakan ada rapat hari ini.

Namun, karena perjalanan dari kampung menuju Kota Sinabang, Simeulue cukup jauh, sehingga saat sampai di Sinabang acara rapat tadi telah selesai.

"Rita Diana ada menghubungi saya saat acara rapat, namun karena saya di kampung kegiatan itu tidak terkejar, saya sampai di Sinabang acara telah selesai," jelas Poni Harjo.

Saat media ini menanyakan kepada Rosnidar Mahlil, terkait apakah apakah Poni Harjo ada diundang saat acara rapat partai dan adanya isu antara dia dan Poni Harjo belum "rujuk". Pesan WhatsApp (WA) yang dikirimkan tidak dibalas meski terlihat contreng dua biru.

Akankah, Rosnidar Mahlil dan Poni Harjo yang sejatinya satu partai itu melupakan masa lalu, terkait kursi Wakil Ketua DPRK? Kita tunggu.***

Komentar

Loading...