Kuras APBK Rp100 Juta Lebih

Pimpinan dan Anggota Dewan Aceh Barat Medical Check Up ke Medan

Pimpinan dan Anggota Dewan Aceh Barat Medical Check Up ke Medan
Pelantikan 25 anggota DPRK Aceh Barat periode 2019-2024. Foto: serambinews.com
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Senin lalu (22/2/2021), sebanyak 24 dari 25 jumlah anggota DPRK Aceh Barat Periode 2019-2024 dan didampingi tiga pegawai Sekretariat Dewan (Sekwan), melakukan perjalanan dinas ke Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Komisi I DPRK Aceh Barat yang membidangi Pemerintahan dan Politik ini, melakukan kunjungan kerja dengan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan.

Lalu Komisi II dan III, berkunjung ke Dinas Perdagangan Kota Medan. Sedangkan Komisi IV, melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Pelatihan Tenaga Kerja.

Menurut Sekwan, Mulyadi, SH masing-masing kunjungan didampingi satu orang pegawai dari eksekutif.

Kemudian para Pimpinan dan Anggota DPRK Aceh Barat, melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan di Klinik Spesialis Bunda, Jalan Sisingamangaraja, Medan.

“Ya, sekaligus dengan medical check up,” kata Sekwan, Mulyadi di ruang kerjanya Kantor DPRK Aceh Barat, Jumat kemarin.

Sekwan DPRK Aceh Barat, Mulyadi. Foto: Juli Saidi/MODUSACEH.CO

Digabungnya keberangkatan ke Sumatera Utara tersebut, diakui Sekwan, karena agenda medical check up itu ditopang dengan biaya perjalanan dinas yaitu, Nah, pada Rabu dan Kamis.

Fulus untuk cek kesehatan anggota dewan tersebut, menghabiskan anggaran APBK Aceh Barat tahun 2021 senilai Rp5 juta per anggota dewan. Dan, anggaran sebesar itu, hanya satu kali dalam setahun.

Sekwan juga mengaku, dilaksanakan cek kesehatan anggota dewan pada awal tahun, karena agenda di daerah belum padat.

Merujuk dari biaya cek kesehatan Rp5 juta tadi, maka pada penghujung Februari 2021 ini, anggota DPRK Aceh Barat mengantarkan fulus ke Sumatera Utara Rp120 juta dari jumlah total anggota DPRK Aceh Barat. 

Sebab, diakui Sekwan satu orang anggota dewan, yakni Said Rizqi Saifan belum berangkat untuk agenda check up tersebut.

Sementara biaya jika menginap Rp1,5 juta per malam. Sebaliknya, jika tidak menginap, maka hanya ditanggung 30 persen.

Tak hanya itu, ada juga uang saku atau uang makan per hari sekitar Rp360 ribu dan biaya representasi sekitar Rp 250 ribu per pimpinan dan anggota. 

Saat disambangi, Jumat (26/2/2021). Ruang pimpinan dan Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat tutup dan terlihat sepi.

Staf yang bertugas di sana mengaku atasannya masih dinas luar. “Ketua masih DL,” kata staf di ruang Ketua Samsi Barmi.***

Komentar

Loading...